Parah! Mahasiswa UNDIP jadi Pelaku Konten 'Deepfake' Asusila SMAN 11 Semarang

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:27 WIB
Parah! Mahasiswa UNDIP jadi Pelaku Konten 'Deepfake' Asusila SMAN 11 Semarang (Istimewa )
Parah! Mahasiswa UNDIP jadi Pelaku Konten 'Deepfake' Asusila SMAN 11 Semarang (Istimewa )

INSIBERNEWS - Publik dihebohkan dengan munculnya konten asusila yang melibatkan pelajar dari SMAN 11 Semarang. Diketahui konten tak senonoh tersebut merupakan editan dari foto para siswa.

Postingan video bertajuk “Skandal Smanse” ini langsung menyebar luas di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.

Aksi itu bahkan memicu kemarahan para siswa yang menuntut keadilan bagi para korban.

Baca Juga: Mendikdasmen Bakal Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu, Begini Skemanya!

Ratusan siswa sempat menggelar aksi damai di halaman sekolah. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Kami Butuh Keadilan” dan “Korban Butuh Perlindungan”.

Kasus ini mencuat setelah video permintaan maaf Chiko Radityatama Agung Putra, diunggah melalui akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Dalam video itu, Chiko mengakui bahwa foto dan video yang beredar adalah hasil editan berbasis AI, bukan kejadian nyata.

Baca Juga: Jennifer Coppen Tanggapi Rumor Perselingkuhan Julia Prastini, Ia Sebut Jule Gak Bersyukur, Sekaligus Ajak Followersnya Suport Daehooon

Chiko diketahui merupakan seorang alumnus sekolah, yang kini merupakan Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP).

“Pembuatan video dengan judul ‘Skandal Smanse’, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada. Namun, hanya editan belaka dengan aplikasi AI,” ujar Chiko.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada kepala sekolah, guru, serta seluruh siswa SMAN 11 Semarang atas perbuatannya.

Baca Juga: Soal Jual-Beli Jabatan Kata Menkeu Purbaya, Bupati Bekasi Tegas Bantah: Proses Seleksi Didampingi KPK

“Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin,” tukas Chiko.

Pihak berwenang kini tengah menangani kasus secara profesional. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan dan orang tua mengenai bahaya penyalahgunaan teknologi AI oleh remaja.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X