AIR MATA ISTRI 'KANG MUS' EPY KUSNANDAR: Dikira Dipalak, Polisi Ungkap Cekcok di Warung Jukut Goreng Hanya Gara-gara Juru Parkir 'Teler' Minta Makan !

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:37 WIB
Epy Kusnandar dan Karina Ranau (Foto: Instagram)
Epy Kusnandar dan Karina Ranau (Foto: Instagram)

INSIBERNEWS – Sebuah unggahan video emosional dari Karina Ranau, istri aktor ternama Epy Kusnandar, telah menggemparkan jagat maya. Video yang menunjukkan tangisan Karina setelah beradu argumen dengan dua pria di lokasi rumah makan barunya, Jukut Goreng Samali di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, viral dalam hitungan jam.

Insiden yang terjadi pada Minggu malam (19/10/2025) ini awalnya sontak memicu dugaan serius: rumah makan Kang Mus 'Preman Pensiun' menjadi korban premanisme dan pungutan liar (pungli).

Namun, drama yang mencuat ke permukaan ini perlahan diklarifikasi oleh pihak kepolisian, mengungkap fakta di balik layar yang jauh dari dugaan awal.

Baca Juga: Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?

Tangisan di Hari-Hari Awal Usaha

Karina Ranau, melalui akun Instagram-nya @karinaranau9, meluapkan emosinya yang tak terbendung. "Ya Allah baru aja beberapa Langkah Perjalanan Kami. Baru menghitung Hari di @jukutgorengsamali," tulisnya. Dalam video tersebut, Karina dengan tegas memprotes aksi dua pria yang diduga mengganggu usahanya yang baru seumur jagung.

"Caranya yang sopan dong! Kita capek. Kita di sini bayar, kita sewa, pakai tenaga," ucap Karina dengan nada emosi, menyinggung bahwa usahanya diganggu saat baru memulai perjuangan. Ia bahkan menantang, "Jangan mentang-mentang preman. Sini hadapi saya."

Unggahan ini segera memicu gelombang kemarahan warganet yang bersimpati, ramai-ramai me-mention akun kepolisian dan mendesak agar praktik premanisme terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ditindak tegas. Banyak yang menduga pria tersebut adalah preman yang berkedok Ormas atau pelaku pungli.

Baca Juga: Kejari Cilegon Sita Harta Koruptor Bapelkes KS Senilai Rp 3,7 Miliar dari Lelang 33 Bidang Tanah.

Polisi Turun Tangan, Fakta Berbalik 180 Derajat

Menanggapi kegaduhan publik, petugas dari Polsek Pancoran bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, fakta yang ditemukan oleh kepolisian jauh berbeda dari narasi "premanisme" yang beredar.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, memberikan klarifikasi yang menohok. Ia menjelaskan bahwa dua orang yang terlibat cekcok bukanlah preman atau anggota ormas, melainkan juru parkir yang biasa berada di sekitar lokasi.

"Kondisinya gini, itu warung, malam hari sudah mau tutup. Nah yang minta makan itu, tadi hasil penyelidikan anggota Serse, itu tukang parkir yang biasa nongkrong di situ," ujar Kompol Mansur.

"Bukan pungli. Setelah kami mintain keterangan tadi ya, faktor makanan saja." – Kompol Mansur, Kapolsek Pancoran.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X