Kompol Mansur menegaskan bahwa perdebatan sengit itu murni dipicu masalah makanan yang sudah habis karena warung akan segera tutup. "Mau tutup, makanan ini habis, setelah itu dia (juru parkir) enggak terima, dengan nada tinggi mereka begitu. Akhirnya terjadilah cekcok mulut, itu aja sebetulnya," jelasnya.
Pihak kepolisian juga secara lugas membantah adanya dugaan pungutan liar (pungli). Bahkan, berdasarkan keterangan dari pemilik warung di sekitar lokasi, kedua juru parkir tersebut diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian, yang disinyalir menjadi pemicu nada tinggi dan perilaku tak menyenangkan.
Belum Ada Laporan Resmi, Upaya Damai Dikedepankan
Meskipun insiden ini sempat memicu tangisan dan amarah Karina Ranau, hingga saat ini istri Epy Kusnandar tersebut diketahui belum membuat Laporan Polisi (LP) secara resmi.
Pihak kepolisian telah mengarahkan Karina untuk membuat laporan jika memang merasa ada hal yang merugikan dan perlu ditindaklanjuti. Namun, insiden ini disebut oleh Ketua RT setempat sebagai "kesalahpahaman kecil" yang kini sudah berujung damai secara kekeluargaan, mengakhiri drama viral yang sempat menyeret nama Epy Kusnandar.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa narasi yang viral di media sosial tidak selalu sejalan dengan fakta di lapangan. Di satu sisi, ia menyuarakan keresahan para pelaku UMKM terhadap premanisme, namun di sisi lain, ia menegaskan pentingnya penyelidikan untuk mengungkap akar masalah yang sesungguhnya: cekcok yang dipicu oleh minuman keras dan rasa lapar, bukan pungli yang terencana (**)
Artikel Terkait
Clara Shinta Baru Dua Bulan Menikah Dengan Alexander Assad, Ungkap Rumah Tangganya Alami Keretakkan
Update soal Kampung Haji Indonesia di Makkah hingga Upaya pemerintah Pangkas Biaya dan Waktu Menunggu Haji
Akibat Rumor Perselingkuhan Julia Prastini Ramai, Ayah Na Daehoon Minta Maaf
Spekulasi Publik soal Kursi Kosong Pelatih Timnas Indonesia, Rumor Van Gaal hingga Respon Timur Kapadze