INSIBERNEWS - Kemelut soal membengkaknya utang Indonesia pada China terkait kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh masih menjadi perbincangan.
Perhatian ke utang Whoosh ini muncul usai pernyataan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang tak mau merogoh uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melunasi utang tersebut.
Menkeu Purbaya menyebut Whoosh yang saat ini dikelola oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), seharusnya menjadi tanggung jawab Danantara sebagai holding BUMN.
“Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri,” ucap Menkeu Purbaya dalam media gathering di Bogor pada 10 Oktober 2025 lalu.
Menanggapi ramainya isu tersebut di dalam negeri, China pun turut buka suara dengan menyatakan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sama memfasilitasi Whoosh di tengah permasalahan utang.
China bahkan menyebut dengan adanya Whoosh, lapangan kerja makin terbuka hingga pertumbuhan ekonomi pun dapat dirasakan oleh Indonesia.
Baca Juga: Targetkan 500 Sekolah, Prabowo Ungkap 166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri untuk Putus Kemiskinan
“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun kepada awak media pada Senin, 20 Oktober 2025.
“Manfaat ekonomi serta sosialnya terus dirasakan, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta api,” imbuhnya.
Siap Bekerja Sama dan Saling Koordinasi Terkait Operasional Whoosh
Guo juga menyebut bahwa Indonesia dan China sama-sama memikirkan keberlangsungan juga pengembangan proyek Whoosh.
Baca Juga: Mahfud MD Anggap Permintaan KPK Terkait Proyek Whoosh Aneh, Tegaskan Bisa Langsung Diselidiki
“Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua belah pihak telah menjalin koordinasi yang erat untuk memberikan dukungan yang kuat bagi pengoperasian kereta api yang aman dan stabil,” imbuhnya.
“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi pengoperasian kereta api cepat Jakarta-Bandung yang berkualitas tinggi,” tambahnya.
Artikel Terkait
Nominal Fantastis, Prabowo Sampai Salah Sebut Angka Triliun Jadi Miliar saat Kejagung Kembalikan Kerugian Negara di Kasus Korupsi Ekspor CPO
Setahun Era Kepemimpinan Prabowo, 43 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Secara Gratis!
Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna: 'Sudah 1,4 Miliar Porsi MBG Dibagikan ke Anak dan Ibu di Seluruh Indonesia'
Targetkan 500 Sekolah, Prabowo Ungkap 166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri untuk Putus Kemiskinan
Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Serap 36,7 Juta Tenaga Kerja dan Libatkan Ribuan UMKM Lokal
Bahlil Kenang Masa Sulit Saat Kuliah, Sebut Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Langkah Mulia Pemerintah