INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan gizi masyarakat lewat program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10), Prabowo menyampaikan perkembangan signifikan dari program yang resmi diluncurkan awal tahun ini.
Prabowo mengatakan, hingga Oktober 2025, pemerintah sudah membentuk 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah itu setara dengan hampir 40 persen dari target nasional yang ditetapkan, yakni 32.000 SPPG.
“Artinya sampai hari ini, sudah ada 1,4 miliar porsi Makan Bergizi Gratis yang dimasak dan dibagikan sejak 6 Januari 2025,” ujar Prabowo di hadapan jajaran menteri dan pejabat tinggi negara.
Baca Juga: Setahun Era Kepemimpinan Prabowo, 43 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Secara Gratis!
Ia menambahkan, sebanyak 36,7 juta penerima manfaat kini telah menikmati program ini. Mereka terdiri dari anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di seluruh penjuru negeri.
“Ini bukan sekadar soal makan gratis, tapi soal masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi baik akan menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan sehat,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu janji kampanye Prabowo yang kini mulai menunjukkan hasil nyata. Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, hingga UMKM lokal, program ini juga memberi efek domino bagi ekonomi rakyat kecil.
Banyak pelaku usaha kecil seperti petani, nelayan, dan pedagang bahan makanan turut diuntungkan lewat rantai pasoknya.
Selain soal penyediaan makanan, pemerintah juga menyiapkan sistem pengawasan ketat agar kualitas dan kandungan gizi tetap sesuai standar. Prabowo meminta agar para kepala daerah dan kementerian terkait terus memperkuat koordinasi, terutama dalam hal distribusi dan transparansi anggaran.
Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial disebut menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan MBG. Mereka bekerja sama untuk memastikan menu yang disajikan tidak hanya lezat, tapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak-anak dan ibu.
Dengan capaian ini, Prabowo berharap masyarakat dapat ikut menjaga keberlanjutan program.
“Kalau kita ingin bangsa ini maju, kita mulai dari meja makan anak-anak kita,” tutupnya dengan nada optimistis. ***
Artikel Terkait
Kasus Kematian Mahasiswa Unud, RSUP Prof Ngoerah Hentikan Sementara Koas yang Diduga Terlibat Perundungan
Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Mulai Pulih, Permintaan Listrik Baru Jadi Sinyal Positif
Proyek Kereta Cepat Kembali Jadi Sorotan, Pengamat Nilai Jokowi Punya Peran Sentral dalam Keputusan Awal
Maraknya Jual Beli Jabatan dan Proyek Fiktif, Menkeu Purbaya Soroti Reformasi Tata Kelola Daerah yang Belum Tuntas
Mahfud MD Anggap Permintaan KPK Terkait Proyek Whoosh Aneh, Tegaskan Bisa Langsung Diselidiki
Nominal Fantastis, Prabowo Sampai Salah Sebut Angka Triliun Jadi Miliar saat Kejagung Kembalikan Kerugian Negara di Kasus Korupsi Ekspor CPO
Penyaluran BLT Rp 900.000 Pecah Rekor! 35 Juta KPM Terima Bantuan Stimulus, Cek Nama Via Link Ini ...
Menanti Update Komisi Reformasi Polri, Begini Bocoran dari Yusril Ihza Mahendra
Lindungi Warga dari Ancaman Air Laut, Pemerintah Siap Bangun Tanggul Laut 535 Km di Pantura
Setahun Era Kepemimpinan Prabowo, 43 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Secara Gratis!