Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Serap 36,7 Juta Tenaga Kerja dan Libatkan Ribuan UMKM Lokal

Photo Author
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:44 WIB
Prabowo Subianto Beberkan Prestasi Dalam Program Makan Bergizi Gratis selama 1 Tahun Berjalan.  (Foto : Youtube/Sekretariat Presiden)
Prabowo Subianto Beberkan Prestasi Dalam Program Makan Bergizi Gratis selama 1 Tahun Berjalan. (Foto : Youtube/Sekretariat Presiden)

INSIBERNEWS - Satu tahun sejak diluncurkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan dampak besar bagi masyarakat. Tidak hanya menjamin kebutuhan gizi anak-anak dan ibu di seluruh Indonesia, program ini juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal melalui kemitraan dengan pelaku UMKM, koperasi, serta BUMDes di berbagai daerah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG telah menjangkau lebih dari 36,7 juta penerima manfaat.

Mereka terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang setiap harinya mendapatkan makanan sehat dan bergizi dari dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Targetkan 500 Sekolah, Prabowo Ungkap 166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri untuk Putus Kemiskinan

“Hari ini program Makan Bergizi Gratis sudah sampai pada tahap 12.508 dapur SPPG dari target kita 32.000. Artinya, sudah ada 1,4 miliar porsi makanan bergizi yang dimasak dan dibagikan sejak 6 Januari 2025,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Ia kemudian menambahkan dengan nada bangga, “Sekarang ada 36,7 juta penerima manfaat — itu artinya setiap hari kita memberi makan setara enam kali populasi Singapura.”

Baca Juga: Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna: 'Sudah 1,4 Miliar Porsi MBG Dibagikan ke Anak dan Ibu di Seluruh Indonesia'

Namun dampak program ini tidak hanya terlihat dari sisi kesehatan masyarakat. Menurut Prabowo, pelaksanaan MBG juga menimbulkan efek ganda bagi perekonomian desa.

Ribuan dapur yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi sumber penghidupan baru bagi jutaan warga, terutama ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan petani lokal.

“Kalau nanti semua 30 ribu dapur sudah beroperasi, dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang, maka akan ada sekitar 1,5 juta orang bekerja langsung dari program ini,” jelasnya.

Baca Juga: Lindungi Warga dari Ancaman Air Laut, Pemerintah Siap Bangun Tanggul Laut 535 Km di Pantura

Selain tenaga kerja langsung, ada juga para pemasok bahan pangan yang ikut terdorong ekonominya. Mulai dari penjual telur, sayur, daging, hingga bahan pokok lainnya, rata-rata setiap dapur bekerja sama dengan 15 pemasok yang mempekerjakan minimal lima hingga sepuluh orang. Dari situ, efek ekonomi berganda terasa hingga ke pelosok desa.

Pemerintah mencatat, hingga Oktober 2025, sebanyak 18.895 pelaku usaha kecil, koperasi, dan BUMDes sudah bergabung dalam ekosistem MBG. Mereka menjadi mitra utama dalam penyediaan bahan pangan segar dan layanan logistik untuk mendukung keberlangsungan program ini.

Baca Juga: Penyaluran BLT Rp 900.000 Pecah Rekor! 35 Juta KPM Terima Bantuan Stimulus, Cek Nama Via Link Ini ...

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X