Baca Juga: Menebak Pelatih Baru Timnas, Muncul Rumor Timur Kapadze dan Van Gaal
Meski begitu, pihak Istana membela kebijakan tersebut. Salah satu staf presiden menyebut kabinet besar dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pemerintah butuh lebih banyak tenaga ahli dan lembaga yang fokus di bidang-bidang strategis,” katanya.
Kini, publik menunggu apakah kabinet besar ini benar-benar mampu menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan geopolitik yang dihadapi Indonesia lima tahun ke depan. Harapan masyarakat sederhana: kabinet yang gemuk bukan hanya di jumlah, tapi juga di kinerja dan hasil yang nyata bagi rakyat.
Baca Juga: Dana BOS dan BOP Madrasah Segera Cair, Kemenag Pastikan Proses Berjalan Pekan Ini
Bagaimanapun, sejarah akan mencatat periode ini sebagai salah satu masa pemerintahan dengan struktur terbesar yang pernah ada. Tinggal waktu yang akan membuktikan, apakah strategi “kabinet super gemuk” Prabowo-Gibran ini akan menjadi langkah brilian atau justru beban birokrasi yang sulit dikendalikan.***
Artikel Terkait
Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Deretan 3 Menteri yang Dapat Tingkat Kepuasan Publik Tertinggi
Perlintasan Tanpa Palang Kembali Makan Korban! Minibus Tertabrak KA Mataram di Purworejo, 2 Orang Tewas di Tempat
Resmi jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik RK, Lisa Mariana Diperiksa Polisi Hari ini
Gaza Kembali Berdarah, Serangan Udara Israel Tewaskan 33 Warga Termasuk Anak-anak
Usai Pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule Dukung Kembalinya Shin Tae-yong Latih Timnas
Dana BOS dan BOP Madrasah Segera Cair, Kemenag Pastikan Proses Berjalan Pekan Ini
Menebak Pelatih Baru Timnas, Muncul Rumor Timur Kapadze dan Van Gaal
Na Daehoon Diduga Diselingkuhi Julia Prastini Ditengah Punya Anak 3, Ia Kenang Kehidupan Broken Homenya
Pertanyakan Sisa Tahunan APBD ke Tito Karnavian, Menkeu Purbaya Soroti Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Masih Jawa Sentris
Tragedi di Kedai Kopi Kulon Progo, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kentongan Raksasa