Roy Suryo Sindir UGM Soal Ijazah Jokowi, Kampus Tegaskan Tak Ada yang Perlu Disesali

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Roy Suryo Siap Hadapi Laporan Jokowi soal ijazah palsu    (Foto : istimewa )
Roy Suryo Siap Hadapi Laporan Jokowi soal ijazah palsu (Foto : istimewa )

INSIBERNEWS - Polemik seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas di ruang publik. Kali ini, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyinggung Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dianggap akan menyesal karena menyatakan keaslian ijazah kepala negara tersebut.

Roy mengklaim telah mengantongi salinan ijazah Jokowi yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dokumen itu disebutnya merupakan berkas resmi yang digunakan saat pendaftaran Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012, serta saat maju di Pilpres 2014 dan 2019.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Meletus, Kolom Abu Capai 8.000 Meter dan Hujan Abu Landa Dua Kecamatan

“Kita lihat saja nanti, waktunya akan tiba. Saya yakin UGM pada akhirnya akan menyadari dan menyatakan penyesalannya,” ujar Roy dalam sebuah pernyataannya kepada media.

Pernyataan itu sontak memantik reaksi publik dan akademisi. Banyak pihak menilai tudingan tersebut hanya memperpanjang polemik lama yang berulang tanpa bukti baru yang kuat. Sebab, UGM sendiri sudah berulang kali menegaskan bahwa Jokowi adalah lulusan sah universitas tersebut.

Rektor UGM, Ova Emilia, kembali menegaskan bahwa tidak ada yang perlu diragukan dari status akademik Presiden Jokowi. Ia memastikan bahwa Jokowi benar-benar menyelesaikan studi dan lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985.

Baca Juga: Opini soal Bantuan Al Khoziny Dinilai Singgung Komunitas Santri, Rumah Atalia Praratya Digeruduk Massa

“UGM jelas memberikan ijazah kepada Joko Widodo pada tahun 1985. Kami memiliki bukti akademik resmi mengenai hal tersebut,” tegas Ova dalam podcast #UGMMenjawab Ijazah Joko Widodo yang tayang di kanal YouTube resmi UGM.

Ova juga menjelaskan, setelah ijazah diserahkan kepada lulusan, tanggung jawab atas perawatan dan penyimpanan dokumen berada sepenuhnya pada pemiliknya. Pihak kampus tidak memiliki kewenangan atau alasan untuk mengomentari perdebatan publik di luar konteks akademik.

Baca Juga: Kisruh di SMAN 1 Cimarga, Kepala Sekolah Tampar Murid, Ratusan Siswa Mogok Belajar!

“Kami tidak dalam posisi menanggapi perdebatan yang sifatnya politik atau spekulatif. UGM berdiri pada data dan prosedur akademik,” ujarnya menegaskan.

Pihak UGM juga mengimbau agar masyarakat bijak menyikapi isu ini dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu berdasar. Menurut mereka, lembaga pendidikan tinggi seharusnya dihormati sebagai penjaga integritas ilmu pengetahuan, bukan dijadikan alat tarik-menarik kepentingan politik.

Baca Juga: Gus Irfan Gandeng KPK dan Kejagung, Tegaskan Komitmen Haji Bersih dan Transparan

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X