INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan dimulainya “fase dua” dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Pengumuman ini disampaikan setelah keberhasilan tahap pertama yang menghasilkan pembebasan 20 sandera asal Israel. Kesepakatan tersebut sebelumnya ditengahi oleh Turki, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut pembebasan para sandera menjadi langkah awal yang positif.
Baca Juga: Waspada! Suhu di Jabodetabek Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Hari Ini
“Kedua puluh sandera telah kembali dan merasa sebaik yang diharapkan,” tulis Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu, 15 Oktober 2025.
Namun, Trump menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.
“Beban berat telah terangkat, tetapi pekerjaan belum selesai. Korban tewas belum dipulangkan, seperti yang dijanjikan! Fase Dua dimulai sekarang juga!!!” tambahnya dengan nada tegas.
Baca Juga: Banjir Kritik Usai Gagal Capai Target Piala Dunia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?
Tahap pertama kesepakatan antara Hamas dan Israel ini juga mencakup pertukaran tahanan yang membebaskan ratusan warga Palestina dari penjara militer Ofer di Israel, serta fasilitas penahanan lainnya di Gurun Negev. Ofer selama ini dikenal sebagai salah satu penjara paling ketat di Israel. Sebagai imbalannya, seluruh 20 sandera Israel yang masih hidup dikembalikan ke negaranya dalam kondisi aman.
Langkah menuju fase dua ini semakin kuat setelah Trump bertemu dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, di kota resor Sharm el-Sheikh pada Senin lalu.
Pertemuan tingkat tinggi itu turut dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia untuk membahas rencana jangka panjang perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Trump.
Baca Juga: Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, Sahabat Lama Ungkap Ammar Zoni Perlu Bantuan Psikiater
Dalam rancangan fase dua, Amerika Serikat menyerukan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza. Selain itu, akan dibentuk pasukan multinasional yang bertugas menjaga stabilitas serta mengawasi proses pelucutan senjata Hamas secara bertahap.
Upaya ini diklaim sebagai bagian dari strategi “perdamaian berkelanjutan” yang ingin mengakhiri kekerasan berkepanjangan di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Gelar Pertemuan Rutin dengan Investor, Upaya Bangun Kembali Kepercayaan Pasar
Gaya Komunikasi Menkeu Purbaya Disorot DPR, Diminta Fokus dan Stop Komentari Kementerian Lain
Ranty Maria Bocorkan 80 Persen Persiapan Nikah dengan Rayn Wijaya, tapi Bukan Tahun Ini!
Cak Imin Bela Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN: 'Kalau 1.900 Santri Mau Belajar di Mana?'
Satpam Ditemukan Tewas di Pos Jaga Kantor Jeneponto, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Susu Segar MBG Cuma 30 Persen, BGN Klaim Kandungan Gizi Tetap Optimal
Eks Staf Ahli Polisi Soroti Kasus Narkoba Ammar Zoni: Tuntut Sanksi yang Berat
Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, Sahabat Lama Ungkap Ammar Zoni Perlu Bantuan Psikiater
Banjir Kritik Usai Gagal Capai Target Piala Dunia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?
Waspada! Suhu di Jabodetabek Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Hari Ini