Ogah Bayar Utang Whoosh Rp116 Triliun, Menkeu Purbaya Tegas Menolak Ambil Jatah dari APBN

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:58 WIB
Ilustrasi Kereta Cepat Whoosh (Foto:KCIC)
Ilustrasi Kereta Cepat Whoosh (Foto:KCIC)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap ogah mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk utang proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang biasa dikenal dengan Whoosh tengah menjadi sorotan.

Whoosh sendiri saat ini dikelola oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dan seharusnya menjadi perhatian oleh Danantara.

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan uang dari APBN untuk menanggung utang Whoosh.

Baca Juga: Penjualan Mobil di Indonesia Naik Tipis September 2025, Innova Pimpin Mobil Paling Laris!

“Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri,” ucap Menkeu Purbaya dalam media gathering di Bogor pada Jumat, 10 Oktober 2025 lalu.

“(Danantara) Sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih. Seharusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Kalau enggak ya semua ke kita lagi termasuk devidennya,” imbuhnya.

Purbaya kemudian mengingatkan tentang pemisahan pengelolaan sektor swasta dan pemerintahan.

Baca Juga: Deretan Bansos Cair Oktober 2025: PKH, BPNT, hingga PIP Kembali Disalurkan Pemerintah, Cek Sekarang!

“Ini kan mau dipisahin swasta sama pemerintah. Jangan kalau enak di swasta, kalau nggak enak di pemerintah,” tambahnya.

Respons Menkeu Purbaya itu muncul setelah pernyataan dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Ditemui dalam kesempatan lain, Dony mengatakan bahwa Danantara saat ini sedang menyiapkan skema pembayaran utang proyek Whoosh tersebut.

Baca Juga: Disebut Rendahkan Lulusan Sarjana karena Gaji UMP, Partai Buruh Kritik Program Magang Nasional

“Ini utang pembangunannya cukup besar. Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup,” kata Dony kepada awak media di JICC, Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Dony lantas membeberkan skema kedua, yakni menyerahkan infrastruktur proyek Whoosh menjadi milik pemerintah seperti kereta api pada umumnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X