AS Ancam Cabut Visa Presiden Kolombia Usai Orasi Pro-Palestina di New York

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 28 September 2025 | 12:12 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro. (Anadolu Agency) (Foto : Anadolu Agency)
Presiden Kolombia Gustavo Petro. (Anadolu Agency) (Foto : Anadolu Agency)

Ketegangan semakin diperuncing setelah Presiden Donald Trump mengerahkan delapan kapal perang dan satu kapal selam ke kawasan Karibia selatan.

Baca Juga: Hera Lubis Laporkan Ferry Irwandi ke Polisi Buntut Dugaan Fitnah Dalang Demo Agustus 2025

Langkah ini disebut sebagai pengerahan militer terbesar AS dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran akan intervensi di Venezuela. Petro menuding korban serangan laut tersebut termasuk warga Kolombia, dan menyebut tindakan AS sebagai bentuk agresi.

Sebagai konsekuensi, pekan lalu Washington secara resmi mencabut status Kolombia sebagai sekutu dalam perang melawan narkoba. Meskipun tidak disertai sanksi ekonomi, keputusan ini menandai semakin renggangnya hubungan dua negara yang dulunya sangat erat.

Baca Juga: Usai Tuntut Nafkah Ahmad Assegaf 100 Perak, Kini Tasya Farasya Pilih Bakar Baju Tidur Lamanya

Menteri Dalam Negeri Kolombia, Armando Benedetti, bahkan ikut menanggapi ancaman pencabutan visa Petro. Lewat akun X, ia menyindir kebijakan Washington dengan mengatakan, “Yang seharusnya dicabut visanya adalah Benjamin Netanyahu, bukan Presiden Petro.”

Dengan eskalasi diplomatik yang terus meningkat, banyak pihak menilai relasi AS–Kolombia sedang memasuki titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Jika ancaman pencabutan visa benar-benar direalisasikan, bukan tidak mungkin hubungan kedua negara akan semakin retak dan berdampak luas pada kerja sama politik, ekonomi, hingga keamanan kawasan.***

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X