INSIBERNEWS - Tawuran antarpelajar kembali memakan korban jiwa. Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan menewaskan dua siswa berinisial W dan AG. Bentrokan tersebut melibatkan puluhan pelajar dari tiga sekolah berbeda.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bentrokan bermula saat sekitar 30 pelajar dari SMK Karya Pembaharuan berhadapan dengan gabungan 22 pelajar dari SMK Puja Bangsa dan SMK Talita Bangsa.
Situasi yang semula hanya saling ejek di media sosial berubah menjadi pertemuan fisik di jalan raya.
Baca Juga: Heboh! Kurir COD di Bekasi Diserang Pedang Gara-Gara Tagih Paket Rp30 Ribu
"Para pelajar ini datang sudah membawa senjata tajam, di antaranya celurit, sehingga bentrokan tidak bisa dihindari," kata Ade Ary, Sabtu (27/9).
Saat bentrokan pecah, kelompok gabungan dari SMK Puja Bangsa dan SMK Talita Bangsa kalah jumlah. Mereka akhirnya melarikan diri. Namun, beberapa pelajar SMK Karya Pembaharuan melakukan pengejaran hingga menyebabkan korban jiwa.
AG, salah satu siswa yang terjatuh saat dikejar, tertangkap dan langsung menjadi bulan-bulanan lawannya. Ia dikeroyok hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Puji Kinerja BGN, Buka Peluang Tambahan Anggaran Rp28 Triliun
Sementara itu, W yang berusaha melarikan diri dengan sepeda motor justru mengalami nasib tragis. Kendaraan yang dikendarainya melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pohon. Benturan keras membuat W meninggal dunia di tempat.
Selain dua korban tewas, empat pelajar dari SMK Puja Bangsa juga mengalami luka-luka akibat pengeroyokan. Mereka kini mendapatkan perawatan medis dan masih dalam pengawasan polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga: Prabowo Janji Benahi Program Makan Bergizi Gratis Usai Pulang dari Lawatan Luar Negeri
Polisi bergerak cepat setelah insiden itu. Seorang pelajar berinisial AS berhasil ditangkap karena diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan terhadap korban AG.
Pihak kepolisian menyebut penangkapan ini menjadi pintu masuk untuk mengungkap keterlibatan pelajar lain yang masih buron.
Baca Juga: Bagnaia Raih Kemenangan Sprint Perdana di Motegi, Marquez Tetap Dekatkan Diri ke Gelar Juara Dunia
Artikel Terkait
Gempa 4,5 SR Guncang Tanggamus, Sembilan Rumah Rusak dan Warga Panik
Netanyahu Sambut Pidato Prabowo di PBB, Singgung Normalisasi Hubungan Israel dengan Dunia Muslim
Bagnaia Raih Kemenangan Sprint Perdana di Motegi, Marquez Tetap Dekatkan Diri ke Gelar Juara Dunia
Bedu Akhirnya Buka Suara soal Perceraian, Siap Bicara ke Anak-anak
Tiga Hari Pencarian, Fadli Korban Tenggelam di Sungai Kalimalang Ditemukan Tersangkut Eceng Gondok
Perpres Baru Tegaskan Target Nusantara Jadi Ibu Kota Politik 2028, ASN Mulai Dipindahkan Bertahap
Trump Desak Erdogan Stop Beli Minyak Rusia, Tekanan ke Putin Makin Ditingkatkan
Menkeu Purbaya Puji Kinerja BGN, Buka Peluang Tambahan Anggaran Rp28 Triliun
Prabowo Janji Benahi Program Makan Bergizi Gratis Usai Pulang dari Lawatan Luar Negeri
Heboh! Kurir COD di Bekasi Diserang Pedang Gara-Gara Tagih Paket Rp30 Ribu