Platform-platform besar yang disebut-sebut masuk daftar larangan masih menunggu keputusan resmi. Pihak Meta, ByteDance, hingga Google belum mengeluarkan tanggapan terbuka, sementara komunitas gamer di Australia mulai menyuarakan kegelisahan jika Roblox dan Steam ikut dibatasi.
Jika kebijakan ini benar-benar dijalankan, Australia akan menjadi salah satu negara pertama yang berani mengambil langkah tegas membatasi akses media sosial berdasarkan usia. Hal ini diprediksi akan memengaruhi diskusi global soal regulasi penggunaan media sosial untuk anak-anak.
Baca Juga: Cemburu Buta, Suami di Indragiri Hulu Bakar Istri hingga Luka Serius
Ke depan, pemerintah Australia berencana membentuk badan khusus yang akan mengawasi implementasi aturan ini. Mekanisme verifikasi usia juga sedang diperdebatkan, apakah menggunakan kartu identitas digital atau sistem lain yang lebih aman.
Semua mata kini tertuju pada Canberra, menunggu apakah kebijakan ini bisa jadi terobosan baru dalam melindungi generasi muda dari sisi gelap dunia digital.
Artikel Terkait
Tragis! Gegara Tersinggung Ucapan Teman, Pemuda di Bengkalis Tega Bunuh Rekan Kerja hingga Tewas
Kejagung Geledah Kantor PT Saka Energi, Usut Dugaan Korupsi Akuisisi Blok Migas
Nikita Mirzani Senang Saksi Ahli Dalam Persidangannya Hadir Semua
Tertinggal Lebih Dulu, Barcelona Comeback Tekuk Oviedo 3-1 di Liga Spanyol
Lima Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final Korea Open 2025, Ini Jadwal Laga Hari Ini
Belum Tetapkan Tersangka, KPK Masih Dalami Peran Travel Haji dalam Dugaan Korupsi Kuota Tambahan di Kemenag
Sule Ditilang Dishub Disuru Nunggu Lama Pas Lagi Buru-Buru Mau Syuting : Gapapa Salah Ditilang, Harusnya Gak Ada KIR Tilang di Tempat
Sempat Viral Ekspresi Jennifer Coppen Saat Tahu Kekasihnya, Justin Hubner Hilangkan Cincin Pemberiannya Seharga 60 Juta, Kini Sudah Ketemu
Cemburu Buta, Suami di Indragiri Hulu Bakar Istri hingga Luka Serius
UEFA Dikabarkan Siap Gelar Voting untuk Larang Israel Ikut Kompetisi Internasional