INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti dugaan praktik korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Lembaga antirasuah itu menduga ada potensi kerugian negara yang nilainya tidak main-main, mencapai sekitar Rp1 triliun.
Angka fantastis ini mencuat setelah tim penyidik mulai menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan jual-beli kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: Selami Dunia Content Creator, CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya
Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan pihaknya kini sedang mencari sosok yang diduga menjadi "juru simpan" uang haram tersebut. Sosok ini diyakini memegang kunci penting dalam mengungkap siapa saja pihak yang menikmati hasil dari dugaan praktik rasuah itu.
“Ini baru perkiraan kasar, sekitar Rp1 triliun kerugian negara. Yang kami cari sekarang, siapa juru simpannya, lalu uang itu dipakai untuk apa saja. Itu yang sedang kami dalami,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/9).
Asep menambahkan, pencarian juru simpan uang ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, titik terang aliran dana hanya bisa terbuka jika sosok penyimpan uang berhasil ditemukan. Dari sana, KPK bisa menelusuri lebih jauh siapa yang ikut menikmati kue besar dari praktik curang ini.
“Banyak yang bertanya, ke mana uang itu mengalir dan kenapa tersangkanya belum juga diumumkan. Nah, karena itulah proses ini harus hati-hati. Kami tidak bisa gegabah,” tegasnya.
KPK mengakui bahwa publik memang menunggu kepastian siapa saja pihak yang bakal ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Asep menekankan bahwa penelusuran aliran dana ini sangat rumit, terlebih melibatkan jumlah uang yang begitu besar.
“Jangan sampai terburu-buru, nanti justru melemahkan proses penegakan hukum,” ujarnya.
Hingga kini, KPK masih enggan membeberkan identitas pihak yang diduga menjadi juru simpan uang panas tersebut. Lembaga antirasuah hanya memastikan bahwa pengusutan ini akan menyentuh semua lapisan, termasuk oknum di internal Kemenag maupun pihak luar yang terlibat.
Dugaan rasuah di sektor haji ini kembali mencoreng wajah tata kelola pelayanan publik, khususnya pada aspek keagamaan yang seharusnya dijalankan dengan amanah. Publik juga menaruh harapan besar agar kasus ini bisa segera tuntas, mengingat praktik korupsi di penyelenggaraan haji bukan pertama kali mencuat.
Baca Juga: London Memanas, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kunjungan Donald Trump
Artikel Terkait
Andy Noya, Kenang Integritas Almarhum Aktor Sophan Sophiaan Yang Gak Kuat Hidup Jadi Anggota DPR : Hati Nuraniku Memberontak
Kejagung Sita 7 Bidang Tanah Milik Eks Pejabat MA di Kasus TPPU
Bella Hadid Bikin Fans Cemas, Tampil di RS dengan Infus dan Alat Bantu Pernapasan, Sakit Apa?
Mahasiswi di Bantul Nekat Menyamar Jadi Dokter, Tipu Korban hingga Rugi Rp500 Juta
Valentino Rossi Siap Panaskan Jakarta Jelang MotoGP Mandalika 2025
Motor Terasa Seret dan Kaku? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
London Memanas, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kunjungan Donald Trump
Yurike Sanger, Istri Ke-7 Presiden Soekarno Tutup Usia di Amerika
Walikota Prabumulih, Arlan Minta Maaf Karena Telah Mencabut Jabatan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Akui Tidak Bisa Mengontrol Diri
Selami Dunia Content Creator, CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya