Saham Rokok Melonjak di Tengah Isu Reshuffle Kabinet dan Pergantian Menkeu

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 8 September 2025 | 18:47 WIB
Ilustrasi Rokok (foto : Dok/Pixabay)
Ilustrasi Rokok (foto : Dok/Pixabay)

INSIBERNEWS - Pergerakan saham emiten rokok mencuri perhatian pada perdagangan Senin (8/9/2025). Sejumlah saham dari sektor ini kompak menguat signifikan, di tengah kabar reshuffle Kabinet Merah Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto sore hari.

Kenaikan harga saham-saham rokok terjadi berbarengan dengan rumor pergantian Menteri Keuangan. Sri Mulyani Indrawati, yang selama ini dikenal disiplin dalam kebijakan fiskal dan sering menyoroti regulasi soal cukai rokok, dikabarkan diganti oleh Presiden.

Kursi Menkeu kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca Juga: Pergantian Menteri Keuangan Bikin Pasar Bergejolak, Rupiah dan IHSG Melemah

Pengumuman reshuffle kabinet disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara, Jakarta. Ia menyebut, Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan besar dengan membentuk satu kementerian baru serta mengganti lima posisi kementerian yang dianggap strategis.

“Pada sore hari ini, Presiden memutuskan perubahan Kabinet Merah Putih di jabatan kementerian. Ada satu kementerian baru dan lima kementerian yang mengalami perubahan. Maka sore hari ini akan dilantik,” ujar Prasetyo Hadi.

Baca Juga: Gus Irfan Resmi Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah, Prabowo Bentuk Kementerian Baru

Pasar saham tampak cepat merespons kabar ini. Emiten-emiten rokok yang selama ini terbebani isu kenaikan tarif cukai justru mendapat angin segar, dengan spekulasi bahwa kebijakan fiskal ke depan mungkin akan lebih bersahabat bagi industri tersebut.

Analis pasar modal menilai, sentimen ini muncul karena perbedaan gaya kepemimpinan antara Sri Mulyani dan Purbaya.

Jika Sri Mulyani dikenal tegas dalam menjaga penerimaan negara dari sektor cukai, pasar kini menilai Purbaya kemungkinan akan lebih fleksibel, mengingat latar belakangnya lebih banyak berkutat di bidang stabilitas keuangan perbankan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tanggapi Isu Reshuffle, Minta Publik Tunggu Kepastian dari Istana

Namun demikian, para analis juga mengingatkan bahwa euforia di pasar saham bersifat sementara. Keputusan strategis mengenai kebijakan cukai tetap berada di tangan pemerintah secara kolektif.

Artinya, meski ada pergantian menteri, kebijakan kenaikan tarif rokok tetap bisa berlanjut sesuai kebutuhan anggaran negara.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, BRI Catat Peningkatan Volume Transaksi Merchant Tembus Rp105,5 Triliun

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X