INSIBERNEWS - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, akhirnya buka suara setelah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 2 September 2025. Ia diperiksa terkait dugaan pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Baca Juga: Biaya Pendidikan hingga Perbaikan, Mensos Ungkap Presiden Bakal Beri Bantuan bagi Korban Unjuk Rasa
Di hadapan awak media, Noel mengakui kesalahannya.
"Kita juga mendukung apa yang dilakukan KPK dan saya juga mengaku salah," ujar Noel di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Noel menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini merupakan yang pertama setelah dirinya ditangkap beberapa waktu lalu. Salah satu fokus pemeriksaan, menurut dia, terkait penyitaan sejumlah kendaraan yang diduga berhubungan dengan perkara tersebut. Ia mengaku telah memberikan seluruh keterangan yang diminta penyidik.
Baca Juga: Tuding Menkomdigi Bohong, Fedi Nuril dan Jerome Polin Tak Percaya TikTok Sukarela Tutup Fitur Live
"Kita sangat kooperatif sekali dengan penyidik," kata Noel menegaskan.
Ia menambahkan, sikapnya yang terbuka dan mengakui kesalahan mendapat apresiasi dari KPK. Menurut Noel, penyidik menilai kejujurannya sebagai langkah yang gentle. Meski begitu, ia tak menampik bahwa kasus ini akan menjadi beban penyesalan yang panjang dalam hidupnya.
"Mereka (KPK) menghormati sikap saya yang gentle mengakui kesalahan saya. Jadi, ini penyesalan dalam hidup saya," ucapnya dengan nada menyesal.
Kasus dugaan pemerasan dalam sertifikasi K3 yang menyeret Noel menjadi sorotan publik. Sertifikasi ini sejatinya merupakan prosedur penting bagi dunia industri dan ketenagakerjaan untuk memastikan standar keselamatan pekerja.
Namun, dugaan adanya praktik pemerasan dalam proses tersebut membuka potret lain tentang kerentanan korupsi di sektor ini.
Hingga kini, KPK masih mendalami peran Noel serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Publik menunggu bagaimana kelanjutan kasus ini, terutama mengingat posisi Noel yang pernah menduduki jabatan penting di kementerian. Di sisi lain, pengakuan kesalahannya menjadi langkah yang jarang terlihat dari pejabat atau mantan pejabat yang tersandung perkara hukum.
Artikel Terkait
Diduga Terafiliasi Judol, Menkomdigi Meutya Hafid Awasi Monetasi Live Tiktok Aksi Demo
Jenguk Aparat di RS Polri, Prabowo Minta Kapolri Naikkan Pangkat Polisi Korban Kericuhan Demo
Waduh! Gegara Disangka Anggota DPR, Instagram Syahroni Mantan Pemain Timnas Indonesia Banjir Komen Netizen
Dhanny Resmi Diangkat BRI Menjabat Sebagai Corporate Secretary
Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia di Peru Tewas Ditembak Mati Oleh Orang Tak Dikenal
Dijemput Paksa Polda Metro Jaya Malam-Malam, Direktur Lokataru Ditetapkan Sebagai Tersangka Penghasutan Demo Anarkis
Imbas Aksi Ricuh Demo, Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kerugian Fasum DKI Capai Rp50 M!
Kota Bandung jadi Pilot Project Studi Tiru Pemkab Lebak Dalam Pengolahan Sampah Menjadi Produk Bernilai
Tuding Menkomdigi Bohong, Fedi Nuril dan Jerome Polin Tak Percaya TikTok Sukarela Tutup Fitur Live
Biaya Pendidikan hingga Perbaikan, Mensos Ungkap Presiden Bakal Beri Bantuan bagi Korban Unjuk Rasa