Diduga Terafiliasi Judol, Menkomdigi Meutya Hafid Awasi Monetasi Live Tiktok Aksi Demo

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 1 September 2025 | 17:29 WIB
Diduga Terafiliasi Judol, Menkomdigi Meutya Hafid Awasi Monetasi Live Tiktok Aksi Demo (Instagram @kemkomdigi)
Diduga Terafiliasi Judol, Menkomdigi Meutya Hafid Awasi Monetasi Live Tiktok Aksi Demo (Instagram @kemkomdigi)

INSIBERNEWS - Sejumlah masyarakat ramai melakukan live streaming terkait aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.

Menyoroti hal itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut ada aliran dana cukup besar di platform digital selama berlangsungnya aksi demo.

Sejumlah akun dinilai memonetisasi live streaming yang menampilkan konten kekerasan saat aksi, dan dicurigai terhubung dengan jaringan judi online (judol).

Baca Juga: Analis Komunikasi Hendri Satrio Sebut Prabowo Perlu Lebih Dekat dengan Media untuk Tenangkan Publik

Melalui akun instagramnya pada Senin (1/9), Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan telah melakukan pemantauan dalam beberapa hari terakhir, dan menemukan adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital.

Tanpa menyebutkan nama platform yang dimaksud. Meutya mengklaim dana tersebut adalah hasil monetisasi live streaming lewat fitur donasi dan gifts.

"Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online," tambahnya.

Baca Juga: Dua Anggota Brimob Kasus Tabrak Ojol di Depok Terbukti Langgar Etik Berat

Menkomdigi kemudian menyoroti soal lonjakan laporan terkait konten misinformasi atau hoaks yang bernada provokasi, termasuk ajakan penjarahan, penyerangan, dan penyebaran isu SARA, di ruang digital selama aksi demo yang memanas.

"Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi," kata Meutya.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk dapat memilah dan menghindari konten-konten yang berisikan hoaks.

Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Abu Obeida, 'Wajah' Militer Hamas di Gaza

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Jangan mudah terpancing provokasi, jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan biasakan melakukan pengecekan silang," katanya.

Meutya berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi dengan menggunakan sumber terpercaya, termasuk media yang berpegang pada kode etik jurnalistik.**

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X