Mulai dari pemindahan kedutaan besar AS ke Yerusalem hingga pemangkasan dana bantuan untuk pengungsi Palestina, setiap langkah dianggap semakin memperlebar jarak dengan kepemimpinan Palestina.
Banyak pihak internasional kini menunggu bagaimana reaksi PBB terhadap situasi ini. Sidang Umum seharusnya menjadi wadah bagi semua negara anggota dan pengamat untuk menyampaikan pandangannya.
Dengan absennya Mahmoud Abbas dan delegasinya, kemungkinan besar isu Palestina akan tetap mencuat, namun tanpa perwakilan resmi dari pihak yang bersangkutan.
Baca Juga: Go Min Si Buka Suara soal Isu Bullying, Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kekerasan
Bagi Palestina, larangan ini bukan sekadar hambatan teknis, melainkan simbol dari semakin menyempitnya ruang diplomasi mereka di kancah global.
Pertanyaannya, apakah langkah Amerika ini akan semakin menekan Palestina untuk mengubah sikap politiknya, atau justru memperdalam jurang ketidakpercayaan di antara kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Cerai dari Azizah, Pratama Arhan Malah Diburu Netizen Lewat Tren 'Apelin Rumah Blora'
Ria Ricis Tunjukkan Empati: Santunan dan Doa untuk Keluarga Affan Kurniawan
eaJ Park Suarakan Duka untuk Affan Kurniawan, Tunda Penjualan Tiket Konser Jakarta
Pendiri Kakao Entertaiment Terancam 15 Tahun Penjara dalam Kasus Manipulasi Saham SM Entertainment
Suzy Diterpa Isu Pernikahan dengan Bos Kosmetik, Agensi Siap Ambil Langkah Hukum
Go Min Si Buka Suara soal Isu Bullying, Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kekerasan
Bahlil Janji Atasi Kelangkaan BBM, Pertamina Diperkuat dan Kuota Impor Naik
Baru Diet 3 Hari Sudah Turun 3 Kilo, Rahasianya Apa Sih?
Indomobil Resmi Kuasai Nissan Motor Indonesia, Perkuat Bisnis Otomotif Nasional
Marseille Beri Penghormatan untuk Driver Ojol Korban Ricuh Demo Jakarta