eaJ Park Suarakan Duka untuk Affan Kurniawan, Tunda Penjualan Tiket Konser Jakarta

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:30 WIB
eaJ Park tunda penjualan tiket konser Jakarta usai tragedi Affan Kurniawan. (@eajpark)
eaJ Park tunda penjualan tiket konser Jakarta usai tragedi Affan Kurniawan. (@eajpark)

INSIBERNEWS — eaJ atau Jae Park, mantan personel grup band kpop Day6, ikut menyuarakan duka dan kemarahan atas tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang meninggal dunia usai dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta.

Musisi asal Korea Selatan itu membagikan ulang video kejadian memilukan tersebut pada Kamis (28/8/2025) melalui akun media sosial pribadinya.

Meski tidak memiliki keterikatan langsung dengan Indonesia, eaJ menunjukkan rasa empati yang mendalam.

Baca Juga: Ria Ricis Tunjukkan Empati: Santunan dan Doa untuk Keluarga Affan Kurniawan

Ia bahkan menuliskan kalimat kritis mengenai arti sebuah demokrasi yang seharusnya memberi ruang aman bagi warganya dalam menyampaikan aspirasi.

"Apakah demokrasi benar-benar demokratis jika warga negaranya menjadi martir karena menjalankan hak mereka untuk berunjuk rasa?" tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ucapan itu sontak mendapat banyak perhatian dari warganet Indonesia. Sejumlah penggemar menyampaikan rasa terima kasih kepada musisi berusia 32 tahun itu karena bersedia bersuara terhadap kasus yang tengah menjadi sorotan publik tanah air.

Baca Juga: Cerai dari Azizah, Pratama Arhan Malah Diburu Netizen Lewat Tren 'Apelin Rumah Blora'

Di tengah ramainya respons, salah seorang penggemar menyarankan agar eaJ menunda jadwal penjualan tiket konsernya di Jakarta yang awalnya direncanakan berlangsung pada Jumat (29/8/2025).

Permintaan tersebut rupanya langsung direspons oleh sang musisi dengan penuh pengertian.

Tragedi Affan bikin eaJ Park bereaksi, tiket konser Jakarta diundur. (@eajpark)


"Penjualan tiket semua yang semula dijadwalkan pada Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 10 pagi waktu Jakarta, sekarang akan menjadi Senin, 1 September 2025 jam 10 pagi waktu Jakarta. Jaga diri kalian semua di luar sana," tulis eaJ di media sosial.

Baca Juga: Kai EXO Ngaku Lebih Pilih aespa Dibanding IVE, Bikin Jang Wonyoung Syok di Acara ‘Jeongwaja’


Konser bertajuk “the 1/9 tour” itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2025 di Basket Hall GBK Senayan, Jakarta.

Kehadiran eaJ di Indonesia tentu menjadi salah satu momen yang ditunggu para penggemar, mengingat ia kini meniti karier solo setelah meninggalkan Day6 pada 2022 lalu.

Pihak promotor, Rajawali Indonesia, juga memberikan pernyataan resmi mengenai penundaan tersebut.

Baca Juga: Sahroni Diduga Kabur Ke Singapura di Tengah Panasnya Aksi Demonstran di Depan Gedung DPR RI

Melalui unggahan di Instagram Story, mereka menekankan bahwa langkah ini diambil demi menghormati situasi terkini di Indonesia.

"Jeda ini menjadi momen bagi kita untuk merenungkan hal yang benar-benar penting, solidaritas dan kemanusiaan," tulis pihak promotor.

Dalam keterangan lebih lanjut, Rajawali Indonesia menyebutkan bahwa tiket konser akan tetap tersedia sesuai rencana, hanya saja jadwal penjualan diundur.

Baca Juga: Rakornas Inflasi dan Digitalisasi Daerah 2025 Ditunda, Menunggu Agenda Presiden Prabowo

"Penjualan tiket akan dimulai pada hari Senin, 1 September 2025 pukul 10.00 pagi melalui Instagram resmi kami. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda," tambah mereka.

Sikap eaJ yang memilih menunda jadwal penjualan tiket menuai pujian dari para penggemar.

Banyak yang menilai keputusan itu menunjukkan rasa empati serta kepekaan sosial yang tinggi terhadap tragedi yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Timnas Basket Pelajar Putri Tumbang dari Thailand, Gagal ke Final ASBC 2025

Dengan langkah tersebut, eaJ tidak hanya hadir sebagai musisi yang ingin menghibur penggemarnya, tetapi juga sebagai figur publik yang berusaha menunjukkan solidaritas lintas negara.

Responnya menegaskan bahwa isu kemanusiaan adalah sesuatu yang universal dan mampu menyatukan orang-orang dari berbagai belahan dunia.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X