Langkah ini juga disebut sebagai jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini membayangi penyelenggaraan haji, mulai dari panjangnya daftar tunggu, transparansi biaya, hingga layanan jamaah di Tanah Suci.
Diharapkan kementerian baru yang khusus mengurus haji dapat membawa perubahan besar. Jika sebelumnya pengelolaan haji harus berbagi perhatian dengan berbagai urusan keagamaan lain di Kemenag, kini fokus pelayanan bisa diarahkan sepenuhnya untuk jamaah haji dan umrah.
Baca Juga: Pahami Kode Kekentalan Oli, Rahasia Mesin Motor Tetap Awet dan Bertenaga
Meski begitu, Hilman mengingatkan bahwa transisi ini memerlukan waktu. Pemerintah perlu memastikan agar peralihan anggaran, SDM, hingga regulasi berjalan mulus tanpa mengganggu persiapan haji tahun depan.
“Yang paling penting, jamaah tetap mendapatkan layanan terbaik meski ada pergeseran struktur kelembagaan,” tegasnya.
Artikel Terkait
UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita
Saudi dan Mesir Kompak Desak Dunia Tekan Israel, Gencatan Senjata Gaza Harus Segera Terwujud
BUMN Dikonsolidasikan, Danantara Ingin Buka Ruang Lebih Luas bagi UMKM
Chikita Meidy Gugat Cerai Suami, Ada Dugaan Ancaman Pembunuhan hingga Masalah Perselingkuhan
MG Gaspol! Siap Luncurkan 13 Mobil Listrik Baru dalam Dua Tahun