Dorong Efisiensi dan Berupaya Atasi Kebocoran, Prabowo Targetkan APBN Tak Defisit Lagi

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 07:00 WIB
Prabowo Dorong Efisiensi dan Berupaya Atasi Kebocoran serta Targetkan APBN Tak Defisit Lagi (Istimewa )
Prabowo Dorong Efisiensi dan Berupaya Atasi Kebocoran serta Targetkan APBN Tak Defisit Lagi (Istimewa )

INSIBERNEWS, Jakarta — Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya dalam pidato pada Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat (15/8).

Presiden Republik Indonesia itu menyerukan untuk membawa APBN menuju kondisi tanpa defisit.

Pemerintah dalam rancangan APBN 2026, mengalokasikan belanja negara sebesar Rp3.786,5 triliun, dengan target pendapatan negara mencapai Rp3.147,7 triliun.

Baca Juga: Rumah Eks Menag Yaqut Digeledah KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Defisit anggaran dirancang sebesar Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), ditopang pembiayaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.

“Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin. Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya, untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” tegas Prabowo.

Ditekankan oleh Prabowo soal pentingnya keberanian dan tekad untuk menghilangkan kebocoran anggaran, seraya meminta dukungan seluruh kekuatan politik yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Heboh Kenaikan PBB hingga 1000 Persen di Cirebon, Wali Kota Janji Tarif Turun Tahun Depan

“Kita harus berani, kita harus berani dan kita harus bertekad menghilangkan kebocoran, menekan segala bentuk kebocoran dan untuk itu saya minta dukungan seluruh kekuatan politik yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Presiden menegaskan, pembiayaan kreatif dan inovatif akan dikembangkan lebih masif oleh pemerintah agar pembiayaan pembangunan tidak hanya mengandalkan APBN.

APBN, lanjutnya, harus dirancang fleksibel untuk adaptif meredam guncangan global, serta dijaga tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, penguatan kualitas belanja, dan inovasi pembiayaan.

Baca Juga: Bunda Wajib Tau! 5 Makanan Ini Bisa Bikin Bodoh dan Memperlambat Perkembangan Anak

Adapun penerimaan perpajakan akan terus ditingkatkan dengan tetap melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha.

Sementara insentif fiskal tetap diberikan secara terarah dan terukur untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X