INSIBERNEWS - Penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Tengah kembali jadi perhatian serius, meski secara angka mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Hingga akhir Juni 2025, tercatat sudah ada 6.226 kasus DBD yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 54 orang. Ironisnya, mayoritas yang terkena adalah anak-anak usia 5 hingga 14 tahun.
Baca Juga: Sammy dan Lesti Kejora Curhat di MK, Soal Ribetnya Izin Nyanyi Lagu Sendiri
Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi sejauh ini, yakni mencapai 3.016 kasus. Menyusul di bawahnya ada Kabupaten Tegal dengan 2.449 kasus, Kabupaten Pati 2.216 kasus, Kabupaten Jepara 1.936 kasus, dan Kabupaten Demak 1.900 kasus. Meski demikian, dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatat 17.636 kasus, jumlah ini dinilai cukup menurun.
Baca Juga: Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead 2’ Mulai Syuting, Ini Dia Deretan Pemain Baru
Kondisi cuaca yang kini memasuki musim pancaroba, dari penghujan ke kemarau, membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Sebab, masa peralihan ini dikenal sebagai periode rawan berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang jadi pembawa virus DBD. Risiko peningkatan kasus pun masih sangat mungkin terjadi bila langkah pencegahan tak dilakukan secara serius.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma Makiah, menjelaskan bahwa tingginya laporan kasus di sejumlah daerah bukan berarti lemahnya penanganan.
Sebaliknya, itu mencerminkan sistem pelaporan dan deteksi dini yang cukup baik, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Deteksi cepat ini berperan penting dalam mempercepat penanganan pasien dan mencegah kematian.
Baca Juga: Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka
“Kalau dilihat memang angka kasusnya cukup tinggi di beberapa kabupaten/kota, tapi itu juga menunjukkan bagaimana sistem pelaporan kita bekerja dengan cepat dan responsif. Ini membantu mencegah kasus menjadi berat,” kata Irma.
Berbagai upaya pencegahan juga terus digencarkan. Gerakan "Satu Rumah Satu Jumantik" kembali diaktifkan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengawasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing.
Selain itu, program 3M Plus—menguras, menutup, mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk—masih menjadi andalan dalam strategi pengendalian DBD.
Baca Juga: 4 Negara yang Memastikan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025, Ada Timnas Indonesia hingga Vietnam
Tak hanya itu, beberapa daerah mulai mengembangkan pendekatan berbasis teknologi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menerapkan teknologi Wolbachia.
Artikel Terkait
Biodata Karl Balandra Absalon yang Dapat Kartu Kuning di Pertandingan Filipina vs Brunei Darussalam di Piala AFF U23 2025
Ada yang Dapat Kartu Merah? Ini Daftar Pemain yang Terima Kartu di Pertandingan Filipina vs Brunei Darussalam
Pertandingan Thailand vs Myanmar Sudah Selesai, Cek Ini Statistiknya: Penguasaan Bola Dimenangkan...
Statistik Vietnam vs Kamboja di Laga Terakhir Grup B Piala AFF U23 2025
Sukses Kalahkan Kamboja, Vietnam Jadi Juara Grup C dan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025
Ditahan Imbang Myanmar, Thailand Tetap Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025
4 Negara yang Memastikan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025, Ada Timnas Indonesia hingga Vietnam
Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka
Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead 2’ Mulai Syuting, Ini Dia Deretan Pemain Baru
Sammy dan Lesti Kejora Curhat di MK, Soal Ribetnya Izin Nyanyi Lagu Sendiri