Janji Pembangunan Tinggal Wacana, Dana Desa Cipaku Raib Demi Judi Online dan Diamond Game

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 9 Juli 2025 | 08:57 WIB
ILUSTRASI Judi Online. (foto: Istimewa)
ILUSTRASI Judi Online. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kepercayaan warga Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, kini hancur lebur setelah aparat penegak hukum mengungkap skandal korupsi yang dilakukan salah satu perangkat desa mereka.

Sekretaris Desa berinisial MGS ditahan Kejaksaan Negeri Majalengka karena diduga menggelapkan dana desa hingga setengah miliar lebih untuk aktivitas yang jauh dari kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Rp244 Triliun dalam Sehari, Saham Tesla Terseret Drama Politik

Alih-alih membangun jalan atau memperbaiki fasilitas umum, MGS justru menghamburkan uang rakyat demi memuaskan hobinya di dunia digital.

Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa dana sebesar Rp513 juta digunakan untuk berjudi secara online, membeli diamond untuk game, hingga mencoba peruntungan lewat praktik trading ilegal.

Baca Juga: Kyoto Hampir Dibom Atom: Fakta Sejarah yang Terlupakan

“Dana itu seharusnya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Tapi malah dipakai untuk hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelayanan publik,” kata seorang jaksa dari Kejari Majalengka yang menangani kasus ini.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Rusak Dua Unit dan Lift di Apartemen City Park, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor

Tragisnya, uang yang berasal dari anggaran Dana Desa Tahun 2023 itu diduga tidak pernah dicatat secara benar dalam laporan pertanggungjawaban.

Penggunaan anggaran dilakukan secara diam-diam dan tak melibatkan mekanisme transparansi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang membuat penyimpangan berlangsung cukup lama tanpa terendus warga.

Baca Juga:  Lab Iblis: Rahasia Kelam Unit 731 yang Disembunyikan Dunia

Kasus ini semakin memprihatinkan karena menunjukkan tren baru: korupsi yang beralih ke ranah digital. Jika dulu dana desa diselewengkan melalui proyek fiktif atau mark-up anggaran, kini sudah merambah ke game online dan situs judi yang bisa diakses siapa saja. Kecanduan digital menjadi pemicu baru dalam dunia penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: Aktivitas Gempa di Kepulauan Tokara Tidak Pengaruhi Potensi Gempa Besar Jepang

Warga Desa Cipaku pun merasa geram dan dikhianati. Mereka yang selama ini berharap pada pembangunan yang lebih baik, justru harus menerima kenyataan bahwa janji-janji perbaikan infrastruktur tinggal angan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X