INSIBERNEWS - Elon Musk kembali jadi sorotan publik, kali ini bukan karena inovasi teknologinya, melainkan akibat gejolak politik yang berimbas langsung pada kekayaannya.
Dalam satu hari saja, nilai kekayaan bos Tesla itu menyusut hingga USD15 miliar atau setara dengan Rp244 triliun. Penyebabnya? Saham Tesla anjlok hampir tujuh persen pada perdagangan Senin kemarin.
Baca Juga: Kyoto Hampir Dibom Atom: Fakta Sejarah yang Terlupakan
Penurunan tajam ini terjadi tak lama setelah Musk secara resmi meluncurkan partai politik baru di Amerika Serikat. Langkah tersebut langsung mengundang kontroversi karena dianggap memperuncing ketegangan dengan Presiden Donald Trump, yang juga tengah bersiap maju kembali di Pilpres AS.
Reaksi pasar pun tak bisa dibendung, terutama karena banyak investor merasa manuver politik Musk justru bisa menjadi beban baru bagi Tesla.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat Rusak Dua Unit dan Lift di Apartemen City Park, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor
Beberapa analis pasar langsung mengambil langkah tegas dengan menurunkan peringkat saham Tesla. Mereka menilai keputusan Musk terjun ke dunia politik bisa mengalihkan fokus dari bisnis intinya, terutama di tengah kompetisi ketat industri mobil listrik dan kondisi pasar global yang sedang tidak stabil.
Baca Juga: Lab Iblis: Rahasia Kelam Unit 731 yang Disembunyikan Dunia
Meski kerugian besar itu tercatat hanya dalam waktu 24 jam, posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia belum tergeser. Total kekayaannya saat ini diperkirakan masih berada di kisaran USD400 miliar.
Namun begitu, tekanan terhadap nilai saham Tesla bisa terus berlanjut jika situasi politik semakin memanas dan Musk tak kunjung menunjukkan komitmen penuh pada bisnisnya.
Baca Juga: Aktivitas Gempa di Kepulauan Tokara Tidak Pengaruhi Potensi Gempa Besar Jepang
Penurunan saham Tesla juga terjadi di hari yang kurang bersahabat bagi pasar secara umum. Isu perang tarif antara Amerika Serikat dan beberapa negara mitra dagang ikut memperburuk suasana, membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil risiko, terutama terhadap saham-saham teknologi.
Baca Juga: Anunnaki dan Sumeria: Misteri Dewa Langit dan Peradaban Pertama Manusia
Sejumlah pengamat ekonomi menyarankan agar Musk lebih bijak dalam membagi fokus antara bisnis dan politik. Sebab meskipun punya pengaruh besar, keputusan-keputusan emosional di ranah publik bisa berdampak sangat nyata, bukan hanya pada dirinya, tetapi juga jutaan investor dan karyawan Tesla di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Makan Sehat ala Lee Daehwi, Dari Doenjangjjigae hingga Patbingsu Susu Kedelai
Presiden AS Donald Trump Dinominasikan PM Israel Netanyahu untuk Nobel Perdamaian Dunia
Fakta Mengejutkan tentang Kekaisaran Persia yang Jarang Diketahui
Anunnaki dan Sumeria: Misteri Dewa Langit dan Peradaban Pertama Manusia
Kyoto Hampir Dibom Atom: Fakta Sejarah yang Terlupakan
Lab Iblis: Rahasia Kelam Unit 731 yang Disembunyikan Dunia
Aktivitas Gempa di Kepulauan Tokara Tidak Pengaruhi Potensi Gempa Besar Jepang
Viral Insiden Pelemparan Batu di Klaten, 2 Orang Penumpang KA Sancaka Terluka
Green Financing BRI Terus Tumbuh Capai Rp89,9 Triliun, Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Ledakan Dahsyat Rusak Dua Unit dan Lift di Apartemen City Park, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor