Investasi Gula hingga Daging dari Rusia Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi RI, Tapi Jangan Ganggu Peternak Lokal

Photo Author
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:47 WIB
Investasi Gula hingga Daging dari Rusia Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi RI (Foto ; Dok/Sekretariat Presiden)
Investasi Gula hingga Daging dari Rusia Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi RI (Foto ; Dok/Sekretariat Presiden)

INSIBERNEWS - Rencana penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia disambut positif oleh sejumlah kalangan, terutama karena mencakup sektor-sektor strategis seperti industri gula, pupuk, dan perdagangan daging.

Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar upaya mempererat hubungan bilateral, tapi juga bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas jejaring global di tengah dinamika ekonomi dunia yang tak menentu.

Baca Juga: Mirip Bagi Sembako, DPR Tanggapi Menu Viral MBG yang Masih Bahan Mentah di Tangerang Selatan

Ekonom senior dari Indef, Tauhid Ahmad, menilai kerja sama ini punya nilai strategis jangka panjang. Terutama karena berlangsung di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik seperti perang Iran-Israel serta tekanan ekonomi dari negara besar seperti Amerika Serikat.

Menurutnya, jika investasi yang dijanjikan Rusia benar-benar terealisasi, maka dampaknya bisa menjadi penopang ekonomi nasional.

Baca Juga: Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League

“Ini langkah bagus, apalagi kalau Indonesia bisa menjadikannya bagian dari penguatan kerja sama dalam BRICS. Hubungan bilateral akan makin erat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di blok ekonomi tersebut,” ujar Tauhid saat dihubungi, Jumat (20/6).

Salah satu poin yang cukup mendapat perhatian adalah rencana impor daging dari Rusia. Tauhid mengingatkan bahwa Indonesia punya standar mutu dan keamanan pangan yang harus dijaga.

Artinya, daging dari Rusia harus memenuhi ketentuan tersebut dan tidak kalah bersaing secara harga dengan produk dari Australia atau Selandia Baru yang selama ini mendominasi pasar impor Indonesia.

Baca Juga: Karena Hal Ini! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Pilih Afrika untuk Bulan Madu usai Resmi jadi Pasutri

“Kita tentu berharap harga daging dari Rusia bisa lebih kompetitif, tanpa mengabaikan kualitas. Tapi tetap harus dikaji betul agar tidak malah mematikan peternak lokal,” ujarnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah membuka keran impor tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor dalam negeri. Terutama sektor peternakan dan industri makanan olahan yang bergantung pada rantai pasok lokal.

Kolaborasi internasional memang penting, tetapi jangan sampai justru merugikan pelaku usaha kecil dan menengah di dalam negeri.

Baca Juga: Di Hadapan Putin, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia pada Perdamaian dan Kerja Sama Global

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X