Telat Kick-Off, Manchester City Kembali Didenda Miliaran oleh Premier League

Photo Author
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:35 WIB
Manchester City   (Foto: Instagram)
Manchester City (Foto: Instagram)

INSIBERNEWS - Manchester City kembali harus merogoh kocek dalam-dalam setelah Premier League menjatuhkan denda sebesar 1,08 juta poundsterling atau sekitar Rp21 miliar. Sanksi ini dijatuhkan karena City tercatat sembilan kali melanggar aturan keterlambatan kick-off dan restart pertandingan sepanjang musim lalu.

Ini menjadi kali kedua klub asuhan Pep Guardiola tersebut dikenai hukuman serupa, setelah sebelumnya juga didenda sebesar 2 juta poundsterling pada musim sebelumnya.

Baca Juga: Prediksi Pertandingan Benfica vs Auckland City di Piala Dunia Antar Klub 2025

Dalam pernyataan resminya, Premier League menjelaskan bahwa regulasi soal waktu kick-off dan restart bukan sekadar aturan teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga profesionalitas kompetisi, kepastian jadwal siaran, dan pengalaman penonton.

"Aturan ini diberlakukan agar seluruh pertandingan berjalan sesuai jadwal dan tidak mengganggu ritme kompetisi serta siaran global," tulis pihak Premier League, Jumat (20/6).

Baca Juga: 5 Pertandingan Terakhir Benfica Sebelum vs Auckland City, Pernah Menang Telak?

Manchester City telah menerima sanksi tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak liga. Klub juga menyatakan sudah memberikan instruksi internal kepada para pemain dan staf agar lebih disiplin dalam mematuhi aturan waktu pertandingan ke depannya.

Pelanggaran paling serius terjadi saat menghadapi West Ham United dan Ipswich Town, di mana kick-off tertunda lebih dari dua menit.

Selain itu, keterlambatan juga tercatat dalam laga melawan Southampton, Tottenham Hotspur, Nottingham Forest, Manchester United, West Ham, Newcastle, Crystal Palace, dan Aston Villa. Semua ini menambah catatan buruk City di mata operator liga.

Baca Juga: Peringkat Benfica vs Auckland City FC Berapa? Cek Ini Klasemen Terupdatenya

Di tengah sanksi ini, Manchester City juga masih menghadapi tekanan besar lain: investigasi panjang terkait 115 dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) yang mencakup periode 2009 hingga musim 2022–2023. Dugaan ini melibatkan manipulasi laporan keuangan, termasuk soal sponsor dan pembayaran gaji.

Hingga saat ini, Premier League belum mengumumkan kapan keputusan akhir soal kasus FFP tersebut akan dirilis. City sendiri secara konsisten membantah telah melakukan pelanggaran dan menyatakan siap membela diri dalam proses hukum yang berlaku.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain PSG vs Botafogo, Lengkap dengan Skornya Piala Dunia Antar Klub 2025

Namun, publik dan klub-klub pesaing terus menanti babak akhir dari kasus yang bisa berdampak besar pada masa depan City di Premier League.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X