Pertanyaannya, sampai kapan "perang dagang" ini bisa terus dijadikan alat politik?
Di tengah situasi global yang serba tidak pasti, kebijakan Trump ini menunjukkan bagaimana ekonomi dan politik saling bertautan.
Apa yang mungkin menguntungkan satu sektor bisa menjadi beban bagi sektor lain.
Bagi dunia, ini jadi pengingat bahwa satu keputusan dari satu pemimpin bisa mengguncang pasar global – dan dalam kasus ini, bisa jadi juga mengguncang isi kantong banyak orang.
Baca Juga: Elon Musk Pamit dari Pemerintahan Trump, Akhiri Tugasnya sebagai Kepala DOGE
Artikel Terkait
Dikenal Sebagai Rival Politik, Donald Trump Sampaikan Simpati Soal Joe Biden yang Didiagnosis Kanker Prostat
Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Tuduh Kampus Jadi Sarang Radikalisme dan Pengaruh China
Trump Ultimatum Apple: Produksi iPhone Harus di AS atau Kena Tarif 25 Persen
Elon Musk Pamit dari Pemerintahan Trump, Akhiri Tugasnya sebagai Kepala DOGE
Kampus Ternama Jepang Siap Tampung Mahasiswa Asing Korban Kebijakan Trump, Ini Kata Pemerintah Jepang
Nasib Mahasiswa Indonesia di Harvard Terancam, Pemerintah Harap Tenang di Tengah Ancaman Kebijakan Trump
Tarif Dagang Era Trump Dibatalkan, Pengadilan: Presiden Tak Punya Kuasa Sepihak
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Tak Tinggal Diam, Pemerintah AS Ajukan Banding Putusan Pengadilan yang Guncang Tarif Trump
Trump Umumkan Kenaikan Tarif Baja dan Aluminium Jadi 50 Persen, Klaim Lindungi Industri Dalam Negeri