Trump Umumkan Kenaikan Tarif Baja dan Aluminium Jadi 50 Persen, Klaim Lindungi Industri Dalam Negeri

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:19 WIB
Potret Donald Trump (Istimewa)
Potret Donald Trump (Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium yang cukup signifikan.

Tarif yang sebelumnya 25 persen kini digandakan menjadi 50 persen. Langkah ini ia klaim sebagai upaya tegas untuk memperkuat dan melindungi sektor industri baja dalam negeri.

Baca Juga: Pulih Setelah Hancur: Palestina Butuh Puluhan Tahun Bangkit dari Dampak Perang

Dalam sebuah acara kampanye yang digelar di pabrik US Steel, Pittsburgh, Pennsylvania, Trump menyatakan bahwa kenaikan tarif ini akan menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh produsen asing untuk menghindari aturan tarif sebelumnya.

“Hari ini saya membawa kabar besar. Tarif impor baja yang masuk ke AS akan naik dari 25 persen menjadi 50 persen,” ujar Trump penuh semangat.

“Dengan peningkatan ini, tidak ada lagi cara bagi pesaing asing untuk ‘melompati pagar’ aturan kita,” tambahnya.

Baca Juga: Final Liga Champions: PSG vs Inter, Duel Penebusan Luka Lama di Allianz Arena

Ia menekankan bahwa tarif yang lebih tinggi ini akan membuat industri baja Amerika semakin kuat dan tahan terhadap persaingan dari luar negeri yang selama ini dianggap merugikan.

“Ini adalah kemenangan besar bagi para pekerja dan perusahaan baja di Amerika,” katanya.

Baca Juga: Ekspor Kelapa Masih Digodok, Mentan: Yang Penting Petani Bisa Hidup Bahagia

Trump juga menyampaikan kepada para investor di sektor baja bahwa tarif 25 persen sebelumnya masih memungkinkan pesaing asing untuk mencari celah, namun dengan tarif baru ini, celah tersebut akan tertutup rapat.

“Tarif adalah kata terindah yang pernah saya ucapkan,” ujarnya dengan nada penuh percaya diri.

Baca Juga: AS Perketat Akses Teknologi untuk China, dari Visa Mahasiswa hingga Ekspor Chip

Meski mendapat pujian dari kalangan industri dalam negeri, kebijakan ini diperkirakan akan memicu respons dari negara-negara lain yang terkena dampak kenaikan tarif, serta berdampak pada hubungan dagang global di masa depan.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X