Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon, Empat Pekerja Meninggal Dunia

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Mei 2025 | 15:26 WIB
Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon (Foto : BPBD Jabar)
Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon (Foto : BPBD Jabar)

INSIBERNEWS - Tambang batu alam di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengalami longsor besar pada Jumat (30/5) yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di antara para pekerja. Peristiwa ini mengagetkan warga sekitar dan segera menjadi perhatian utama pihak berwenang.

Baca Juga: PM Modi Tegaskan Operasi Sindoor Belum Usai, India Siap Hadapi Ancaman Teror

Hingga saat ini, empat pekerja telah dipastikan meninggal dunia, mereka adalah Andri (41) dari Desa Padabeunghar, Pasawahan; Sukadi (48) warga Desa Buntet, Astanajapura; Sanuri (47) dari Desa Semplo, Palimanan; serta Sukendra (51) dari Desa Girinata, Dukupuntang.

Data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses evakuasi yang terus berlanjut di lokasi bencana.

Baca Juga: Blatten Terkubur Gletser, Desa Indah di Swiss Lenyap Dalam Sekejap

Selain korban jiwa, ada lima pekerja yang mengalami luka serius dan saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Sumber Hurip Kabupaten Cirebon.

Kepala Desa Cipanas sebelumnya menyebut bahwa jumlah korban luka mencapai belasan, namun angka tersebut masih dalam tahap validasi oleh tim medis dan petugas lapangan.

Baca Juga: Visa Furoda Ditiadakan Tahun Ini, Jemaah Haji Diminta Agar Waspada pada Modus Penipuan

Tak hanya menimbulkan korban manusia, longsor ini juga berdampak pada kerusakan alat berat di lokasi. Tiga unit ekskavator dan enam truk pasir dilaporkan rusak parah, menambah kompleksitas penanganan di area tambang yang sudah cukup sulit karena kondisi tanah yang tidak stabil.

Baca Juga: Meriahkan Laga Timnas Indonesia vs China, God Bless Siap Guncang GBK!

Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat masih bekerja keras melakukan pencarian dan evakuasi korban. Hadi Rahmat, Pranata Ahli Humas BPBD Jabar, mengatakan bahwa kondisi lapangan menuntut kewaspadaan tinggi karena potensi longsor susulan masih ada.

Baca Juga: Ibadah Haji Tahun Ini, Ivan Gunawan Setiap Hari Tak Berhenti Bersyukur

Pemerintah setempat dan instansi terkait menghimbau agar aktivitas tambang dihentikan sementara untuk mengutamakan keselamatan.

Penyelidikan pun sudah dilakukan guna mengetahui penyebab utama longsor dan merumuskan langkah preventif agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X