INSIBERNEWS - Desa Sidomulyo di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, mendadak mencekam pada Selasa pagi setelah seorang pria bernama Eko Arman Afrianto, atau yang lebih dikenal dengan nama Slamet, mengamuk dan menyerang tetangganya sendiri.
Menggunakan sebilah sabit, Slamet membacok tujuh orang warga yang awalnya berniat menjenguknya. Serangan brutal itu tak hanya membuat warga luka-luka, tapi juga menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Sambangi Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya
Saksi mata yang juga warga setempat, Sumitro, menjelaskan bahwa Slamet sempat mengalami kambuhnya gangguan kejiwaan. Beberapa tetangga yang merasa prihatin datang menjenguk, namun bukannya disambut baik, mereka justru diserang secara membabi buta.
Baca Juga: Kunjungi Borobudur Bersama Prabowo, Macron Ungkap Kagum dan Hormat untuk Indonesia
“Warga lari menyelamatkan diri, tapi dia tetap mengejar sambil mengayunkan sabit. Tujuh orang kena, enam di antaranya perempuan. Lima luka cukup parah,” ujar Sumitro.
Setelah menyerang, Slamet bersembunyi di dalam rumah. Warga yang marah dan panik kemudian mengepung rumah tersebut. Ketika berhasil ditangkap, pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa.
Ia diikat dan dipukuli hingga babak belur, sebelum akhirnya diamankan oleh aparat yang datang ke lokasi. Suasana desa pun berubah menjadi penuh ketegangan karena kejadian ini berlangsung sangat cepat dan di luar dugaan.
Baca Juga: China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa
Kapolsek Ngadirojo, AKP Makhmudi Kurnianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menangani kasus tersebut dan menyerahkannya ke Polres Pacitan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan kejiwaan yang kambuh. Polisi masih menunggu kondisi para korban stabil sebelum memulai pemeriksaan lanjutan, sementara pelaku sendiri akan menjalani pemeriksaan medis, termasuk kondisi psikisnya.
Lima korban yang mengalami luka serius dirawat di RSUD Pacitan, sementara dua lainnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Hingga kini, pihak medis terus memantau kondisi para korban, terutama mereka yang mengalami luka di bagian vital tubuh.
Sementara itu, warga Desa Sidomulyo masih diliputi rasa takut dan khawatir akan keselamatan mereka ke depannya, apalagi dengan kondisi pelaku yang selama ini dikenal pendiam, tapi menyimpan potensi bahaya.
Artikel Terkait
Kadin Gandeng Prancis Bangun 1.000 Dapur Gizi Anak, Targetkan Pemerataan Makanan Sehat hingga Pelosok Negeri
Pemerintah Dorong Rumah Subsidi 2025, Target Rakyat Punya Hunian Layak dan Bangga
Tesla Kalah Saing di China, BYD dan Xiaomi Jadi Favorit Baru Penggemar Mobil Listrik
Pemerintah Siap Tindak Tegas Ormas Pengganggu Ketertiban: Bima Arya Minta Kepala Daerah Tak Ragu Gunakan Jalur Hukum
Kekalahan Jonatan Christie di Singapore Open 2025 Bikin Kaget, Kini Harapan Indonesia Ada di Dua Ganda Tersisa
Tragedi Gaza: Warga Tewas dan Luka Saat Berebut Bantuan, Dunia Kecam Krisis Kemanusiaan yang Memburuk
China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa
KPK Bongkar Skandal Suap TKA di Kemnaker, Pasar Kerja Lokal Terancam
Kunjungi Borobudur Bersama Prabowo, Macron Ungkap Kagum dan Hormat untuk Indonesia
Sambangi Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya