INSIBERNEWS – Skandal dugaan suap dalam pengurusan izin tenaga kerja asing (TKA) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi sorotan tajam setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik pungutan liar yang diduga sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kasus ini tak hanya menyingkap wajah buram birokrasi, tapi juga dinilai membahayakan ketahanan pasar tenaga kerja dalam negeri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa keberadaan TKA yang tak memenuhi syarat kompetensi akan menciptakan tekanan tersendiri bagi pekerja lokal.
“Tenaga kerja asing yang masuk tanpa seleksi ketat berpotensi menggeser peluang kerja warga negara kita. Ini bisa merusak ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/5).
Baca Juga: China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa
KPK menyebut praktik ini sudah berlangsung sejak 2019 dan melibatkan oknum pejabat serta perantara yang mematok bayaran agar proses izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) berjalan mulus.
Total uang yang dikumpulkan para pelaku diperkirakan mencapai Rp53 miliar dari berbagai perusahaan yang ingin mempekerjakan tenaga asing di Indonesia.
Delapan tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini. Mereka dituduh menjadikan jabatan sebagai alat pemerasan, dengan mewajibkan pembayaran uang pelicin kepada calon TKA dan perusahaan pengguna.
Tindakan ini dianggap tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mempermalukan wajah birokrasi Indonesia di mata publik dan dunia usaha.
KPK mendesak pihak Kemnaker untuk ikut membongkar jaringan korupsi ini hingga ke akar.
Selain proses hukum, KPK berharap kasus ini bisa menjadi momentum reformasi sistem perizinan TKA agar lebih bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan nasional.
Dalam waktu dekat, rincian kasus dan aliran dana suap akan dibuka ke publik guna memastikan akuntabilitas dan memberikan efek jera.
Artikel Terkait
Rutin Minum Infused Water, Ini Alasan Kenapa Tubuhmu Bakal Makin Sehat dan Segar
Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Tetap Ngotot Laporkan Penyidik: Proses Sudah Diuji Forensik Lengkap
Tingkat Hunian Anjlok, Hotel di Jakarta Tertekan: PHRI Sebut Situasi Sudah Masuk Kategori Krisis
Kadin Gandeng Prancis Bangun 1.000 Dapur Gizi Anak, Targetkan Pemerataan Makanan Sehat hingga Pelosok Negeri
Pemerintah Dorong Rumah Subsidi 2025, Target Rakyat Punya Hunian Layak dan Bangga
Tesla Kalah Saing di China, BYD dan Xiaomi Jadi Favorit Baru Penggemar Mobil Listrik
Pemerintah Siap Tindak Tegas Ormas Pengganggu Ketertiban: Bima Arya Minta Kepala Daerah Tak Ragu Gunakan Jalur Hukum
Kekalahan Jonatan Christie di Singapore Open 2025 Bikin Kaget, Kini Harapan Indonesia Ada di Dua Ganda Tersisa
Tragedi Gaza: Warga Tewas dan Luka Saat Berebut Bantuan, Dunia Kecam Krisis Kemanusiaan yang Memburuk
China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa