INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan soal risiko besar yang mengintai para aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
Dalam Kongres IV PP Tidar yang digelar Minggu, 18 Mei 2025, ia mengungkap bahwa tekanan terhadap aparat kini tak hanya sebatas tekanan profesional, tapi sudah masuk ke ranah ancaman pribadi dan intimidasi terhadap keluarga mereka.
Baca Juga: Pakistan Punya Harta Kekayaan Senilai Rp1.300 Triliun yang Ga Bakal Habis dalam 37 Tahun
“Dalam enam bulan ini, kita sudah berhasil selamatkan ratusan triliun uang rakyat,” ujar Prabowo.
Namun di balik pencapaian itu, menurut Presiden, muncul reaksi keras dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi. Ia mengatakan, laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa aparat yang terlibat aktif membongkar kasus-kasus besar mulai diteror, diikuti, bahkan rumah mereka difoto dan didatangi orang tak dikenal.
“Saya tahu ada penegak hukum yang diancam, saya tahu. Ada yang mobilnya diikuti, ada yang rumahnya difoto,” kata Prabowo.
Ancaman itu muncul di tengah operasi antikorupsi yang semakin masif digencarkan oleh pemerintah. Presiden menyebut hampir setiap hari ada saja kasus baru yang dibuka, yang menandakan bahwa kerja bersih-bersih sedang berjalan. Tapi seiring itu pula, tekanan terhadap para penyidik, jaksa, hingga aparat penegak hukum lainnya ikut meningkat.
Meski begitu, Presiden menegaskan bahwa langkah tegas ini tidak akan berhenti hanya karena tekanan. Prabowo yang kini berusia 73 tahun menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan tugas membasmi korupsi hingga ke akar.
“Saya tak akan gentar. Saya hanya ingin meninggalkan nama baik. Saya akan melawan segala bentuk korupsi tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Baca Juga: Sibuk Syuting Film Sampai Akhir Tahun, Luna Maya Rencana Punya Anak Tahun Depan
Namun di sisi lain, muncul dorongan kuat agar pemerintah tidak hanya memberi semangat, tapi juga memastikan perlindungan nyata bagi mereka yang berada di garis depan.
Perlindungan hukum, pengamanan pribadi, serta sistem pelaporan yang sigap dibutuhkan agar para aparat tetap bisa bekerja tanpa dihantui rasa takut. Karena tanpa keberanian yang dilindungi, reformasi hukum bisa mandek sebelum menyentuh akar persoalan.
Artikel Terkait
TikTok Tambah Fitur Meditasi, Bantu Pengguna Kurangi Scroll Malam dan Tidur Lebih Nyenyak
Jakarta Siap Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC, Pramono: Kami Ikut Arahan Pemerintah Pusat
PHK Terus Meningkat, DPR Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret
Gibran Usul Rehabilitasi Pengguna Narkoba Lewat Pesantren, Sentil Model Pendidikan Karakter
Nahas! Begini Kronologi Kecelakaan Maut Wisatawan di Tawangmangu yang Tewaskan 5 Orang
Dokter Umum Diizinkan Lakukan Operasi Caesar di Daerah 3T? DPR Minta Kemenkes Jangan Ngasal!
Sibuk Syuting Film Sampai Akhir Tahun, Luna Maya Rencana Punya Anak Tahun Depan
Soal Group Facebook Fantasy Sedarah, Polisi Sedang Selidiki, Para Anggota Dapat Dijerat Pidana Jika Ada Bukti Kuat
Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Uji Coba Vaksin TBC dari Bill Gates Sudah Sesuai Protokol Internasional
Pakistan Punya Harta Kekayaan Senilai Rp1.300 Triliun yang Ga Bakal Habis dalam 37 Tahun