Komnas HAM Turun Tangan, Selidiki Tragedi Ledakan Amunisi yang Tewaskan 13 Orang di Garut

Photo Author
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:10 WIB
Tragedi Ledakan Dahsyat Amunisi yang menewaskan sedikitnya 13 orang di Garut (Foto : X.com)
Tragedi Ledakan Dahsyat Amunisi yang menewaskan sedikitnya 13 orang di Garut (Foto : X.com)

INSIBERNEWS - Komnas HAM ikut turun tangan menyelidiki insiden ledakan hebat di kawasan militer Pamengpeuk, Kabupaten Garut, yang menewaskan 13 orang.

Tragedi yang terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa itu memicu perhatian luas karena bukan hanya anggota TNI yang jadi korban, tapi juga warga sipil yang tak berdosa.

Baca Juga: Investasi Rp5 Triliun Batal? Tiga Tokoh di Cilegon Ditahan Usai Diduga Memeras Investor Asing

Dari total korban jiwa, empat di antaranya adalah anggota TNI, sementara sembilan lainnya merupakan warga sipil. Peristiwa yang mengguncang masyarakat sekitar itu terjadi pada Kamis, 15 Mei 2025, dan hingga kini masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Komisioner Komnas HAM, Uli Parulian, menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai proses pemantauan dan penyelidikan sejak hari kejadian.

Baca Juga: Waspada! Buah-Buahan Ini Bisa Berbahaya Jika Dimakan Saat Masih Mengkel

“Kami sedang melakukan proses penyelidikan terhadap insiden ledakan di Pamengpeuk. Fokus kami saat ini adalah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terlibat maupun terdampak,” kata Uli, Sabtu, 17 Mei 2025.

Baca Juga: Pakistan Akui Rugi, Satu Pesawat AWACS Dihancurkan India dalam Serangan Presisi Operasi Sindoor

Komnas HAM telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian, keluarga korban, serta aparatur sipil dan militer yang memiliki keterkaitan langsung.

Tak hanya itu, lembaga ini juga akan menggali informasi teknis terkait prosedur pengamanan yang dijalankan saat proses pemusnahan amunisi berlangsung.

Baca Juga: Mobil China Mulai Unjuk Gigi, BYD Tembus 10 Besar Merek Terlaris di Indonesia

“Kami minta keterangan dari aparat pemerintah, saksi lapangan, keluarga korban, juga tentunya dari pihak TNI dan Polri. Kami berkoordinasi dengan Kodam Siliwangi, TNI AD, Polres Garut, serta Polda Jabar untuk memastikan semua informasi terkumpul secara utuh,” jelasnya.

Baca Juga: Atalarik Syach Sebut Belum Inkrah Namun Rumahnya Sudah Dieksekusi, Ini Pendapat Pakar Hukum: Ketika Sudah Eksekusi Reel Itu Sudah Inkrah

Penelusuran ini penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik yang muncul, mulai dari standar keamanan yang diterapkan hingga alasan keterlibatan warga sipil dalam aktivitas berisiko tinggi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X