INSIBERNEWS - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah pengakuan mengejutkan dari pihak Pakistan. Pensiunan Marsekal Udara Angkatan Udara Pakistan (PAF), Masood Akhtar, mengonfirmasi bahwa India berhasil menghancurkan salah satu pesawat pengintai milik PAF dalam serangan udara presisi yang dikenal sebagai Operasi Sindoor. Ini menjadi pernyataan resmi pertama dari Pakistan yang mengakui adanya kerugian signifikan di pihak mereka akibat operasi militer tersebut.
Baca Juga: Mobil China Mulai Unjuk Gigi, BYD Tembus 10 Besar Merek Terlaris di Indonesia
"India menembakkan empat rudal BrahMos ke arah pangkalan udara Bholari," ungkap Akhtar dalam sebuah wawancara.
"Salah satu rudal tersebut menghantam langsung hanggar tempat sebuah pesawat AWACS kami diparkir."
Pesawat AWACS atau Airborne Warning and Control System dikenal sebagai salah satu komponen strategis yang sangat vital dalam sistem pertahanan udara modern karena kemampuannya mendeteksi pergerakan pesawat lawan dari jarak jauh.
Baca Juga: Bobby Kucing Prabowo Dapat Kalung Syal dari PM Australia, Sebagai Tanda Cinta untuk Indonesia
Operasi Sindoor sendiri merupakan operasi udara yang diklaim dilakukan secara terkoordinasi dan penuh presisi oleh Angkatan Udara India (IAF).
Dalam konferensi pers di Pusat Media Nasional New Delhi, Komandan Wing Vyomika Singh menyampaikan bahwa misi tersebut menggunakan teknologi senjata canggih yang dirancang untuk serangan cepat dan minim kerusakan tambahan. Namun, Singh enggan membeberkan secara spesifik jenis senjata yang digunakan dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Seorang Tahanan Perempuan di Polres Asahan, Sumut Diduga Dilecehkan Oleh Dua Polisi
Meski tidak ada konfirmasi langsung dari otoritas militer India soal persenjataan yang dikerahkan, sejumlah laporan dari media pertahanan menyebutkan bahwa India kemungkinan menggunakan kombinasi persenjataan, mulai dari rudal BrahMos buatan dalam negeri, rudal SCALP buatan Prancis, hingga bom berpemandu presisi Hammer yang juga dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Prancis.
Pengakuan dari pihak Pakistan ini jelas memperlihatkan adanya perubahan dinamika keamanan di kawasan Asia Selatan. Di tengah meningkatnya tensi diplomatik dan militer antara kedua negara, serangan seperti ini berpotensi membuka babak baru dalam konflik yang selama ini sudah lama membara.
Baik India maupun Pakistan masih menahan diri untuk tidak memicu eskalasi lebih lanjut, namun situasi tetap rawan dan bisa berubah dengan cepat tergantung langkah strategis berikutnya dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Roy Suryo Diperiksa soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Pertanyakan Legalitas Laporan dan Bukti
Aksi Nyata BRI Jaga Ekosistem Laut Tetap Lestari dengan Menanam-Grow and Green di Pulau Kapoposang
Indonesia Dapat Dukungan Australia untuk Gabung OECD dan CPTPP
Viral Anggota DPRD Lampung Utara Sawer DJ Pakai Uang 50 Ribuan, Sementara Itu Netizen Soroti Keadan Kota Lampung
Rumah Atalarik Syah Dieksekusi PN Cibinong, Sebut Dirinya Sedang Didzholimi, Masa Lalu Dengan Tsania Marwa Jadi Sorotan
BRI Serahkan Hadiah BRImo FSTVL 2024 kepada Para Pemenang Sebagai Bentuk Apresiasi Kepada Nasabah Loyal
Seorang Tahanan Perempuan di Polres Asahan, Sumut Diduga Dilecehkan Oleh Dua Polisi
Atalarik Syach Sebut Belum Inkrah Namun Rumahnya Sudah Dieksekusi, Ini Pendapat Pakar Hukum: Ketika Sudah Eksekusi Reel Itu Sudah Inkrah
Bobby Kucing Prabowo Dapat Kalung Syal dari PM Australia, Sebagai Tanda Cinta untuk Indonesia
Mobil China Mulai Unjuk Gigi, BYD Tembus 10 Besar Merek Terlaris di Indonesia