Longsor Tambang Emas Marapit Telan Korban Jiwa, Empat Penambang Tewas Tertimbun

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 5 Mei 2025 | 08:52 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Empat penambang emas tradisional ditemukan tewas tertimbun tanah longsor di kawasan tambang ilegal di Desa Marapit, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Peristiwa memilukan ini terjadi saat para korban tengah melakukan aktivitas penambangan tanpa izin pada Minggu sore, 4 Mei 2025. Diduga kuat, mereka tak sempat menyelamatkan diri ketika tanah tiba-tiba longsor dan menimbun lokasi kerja.

Baca Juga: Indonesia Fashion Week 2025 Usung 'Ronakultura Jakarta', Angkat Warna Budaya Lewat Dunia Mode

Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berinisiatif melakukan pencarian. Setelah hampir satu jam menggali tanah dengan alat seadanya, satu per satu korban akhirnya berhasil ditemukan.

Proses evakuasi dilakukan secara manual, dengan warga menggotong jasad korban ke tempat aman sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Gaji Bukan Jaminan, KPK Ingatkan Korupsi Bermula dari Hati yang Rakus

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Erlan Munaji, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

“Polisi masih terus melakukan penyelidikan. Saat ini ada lima orang saksi yang telah diperiksa untuk mendalami kronologi dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Erlan, Senin, 5 Mei 2025.

Baca Juga: Cucu Bakar Rumah, Sang Nenek Tewas Terjebak dalam Amukan Api di Makassar

Sementara itu, laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Kapuas menyebutkan bahwa keempat korban memang sedang menambang di area yang diduga tidak memiliki izin resmi.

Kondisi cuaca yang labil serta struktur tanah yang rentan membuat kawasan ini rawan longsor, apalagi tanpa pengamanan dan prosedur keselamatan yang memadai.

Baca Juga: Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos, Pria Semarang Diduga Jadi Korban Pembacokan Brutal

Warga Desa Marapit sendiri sudah lama hidup berdampingan dengan aktivitas tambang emas tradisional. Meski demikian, kejadian tragis ini memunculkan kembali kekhawatiran akan keselamatan para penambang yang kerap mengabaikan risiko demi mengejar hasil tambang.

Pemerintah daerah pun diharapkan segera turun tangan untuk melakukan pembinaan serta pengawasan ketat terhadap praktik tambang liar yang masih banyak ditemukan di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X