INSIBERNEWS - Dedi Mulyadi memiliki rencana untuk mengirim para siswa yang dinilai 'nakal' ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Terkait pelaksanaan kebijakannya ini, Dedi membeberkan sistem atau pola pendidikan karakter yang nantinya akan dijalani para siswa nakal.
Kebijakan itu dijelaskan oleh Dedi, bertujuan untuk menyelamatkan generasi remaja yang dianggap sulit dinasehati di sekolah maupun di rumah.
Baca Juga: Huawei Rilis Charger EV 1,5 MW, Bisa Isi Truk Listrik Hanya 15 Menit!
Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu menilai, masalah sebagian siswa yang berusia remaja kini kerap terlibat kasus tindak kriminal.
"Kebijakan (siswa nakal) ke barak militer itu untuk mengembalikan jati diri anak," tutur Dedi sebagaimana dilansir dari unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71 yang tayang pada Selasa, 29 April 2025.
"Termasuk pada pola disiplin, pola hidup yang sesuai dengan sikap dan sifat masa remajanya," terangnya.
Baca Juga: Kenapa Suntik Tetanus Sebelum Menikah Penting untuk Kesehatan Ibu dan Bayi
Dedi juga mengaku ingin para remaja di Jabar memiliki visi dan punya masa depan yang baik.
"Saya harap mereka bisa terarah memiliki visi dan memiliki masa depan yang baik," tegasnya.
Kemudian, Dedi menjelaskan sistem pola pendidikan karakter bagi siswa nakal di barak militer TNI. Disebutkan bahwa nantinya para siswa nakal akan mengikuti pelatihan tentang kedisiplinan, dan perilaku mandiri.
Baca Juga: Tips dan Trik Berhijab Tanpa Drama Bau Apek Sepanjang Hari
"Mereka akan mengikuti pelatihan disiplin, mentalitas, dan mengembalikan perilaku yang mandiri," tuturnya.
Terkait hal itu, Dedi juga mengklaim pelatihan di barak militer bagi siswa nakal itu juga harus berdasarkan persetujuan orang tua.
"Bagaimana pun mereka masih di bawah perwalian dari orang tuanya," terang Dedi.
Artikel Terkait
Gempur Narkoba! Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus 12 Pengedar dalam Sebulan
Paula Verhoeven Ajukan Banding Atas Putusan Cerai dengan Baim Wong, Begini Penjelasannya
Ketidakpastian Perundingan AS-China Berpotensi Tekan Rupiah dan Aset Berisiko
Soal Larangan Wisuda, Mendikdasmen: Selama Tidak Memberatkan, Kenapa Tidak?
Huawei Rilis Charger EV 1,5 MW, Bisa Isi Truk Listrik Hanya 15 Menit!