INSIBERNEWS - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kegiatan wisuda di sekolah tetap diperbolehkan, asalkan tidak menjadi beban bagi orang tua maupun siswa.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang baru-baru ini melarang pelaksanaan wisuda sekolah karena dianggap menambah beban biaya.
Baca Juga: Ketidakpastian Perundingan AS-China Berpotensi Tekan Rupiah dan Aset Berisiko
Dalam pernyataannya usai membuka Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di PPSDM, Depok, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa wisuda seharusnya dilihat sebagai momen bahagia dan syukur atas pencapaian siswa.
"Kalau itu tidak memberatkan, dilakukan atas persetujuan orang tua dan murid, ya masa nggak boleh? Yang penting jangan berlebihan dan jangan dipaksakan," ujarnya.
Baca Juga: Paula Verhoeven Ajukan Banding Atas Putusan Cerai dengan Baim Wong, Begini Penjelasannya
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menilai bahwa wisuda juga bisa menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua. Ia menyadari bahwa tak semua orang tua aktif terlibat dalam aktivitas sekolah, dan momen wisuda bisa menjadi kesempatan langka untuk hadir dan menyaksikan pencapaian anak mereka.
"Bisa jadi ada orang tua yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke sekolah anaknya pas acara wisuda," tambahnya.
Baca Juga: Gempur Narkoba! Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus 12 Pengedar dalam Sebulan
Meski begitu, ia menegaskan pentingnya fleksibilitas. Pelaksanaan wisuda sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah dan melibatkan musyawarah dengan orang tua. Ia juga menekankan bahwa esensi dari pendidikan adalah keberhasilan belajar, bukan kemewahan dalam perayaan.
Baca Juga: Balita di Kosambi Tewas Terbakar, Autopsi Ungkap Ada Tanda Kekerasan di Leher dan Anus
Dengan pernyataan ini, Mendikdasmen mengisyaratkan bahwa tidak perlu ada pelarangan menyeluruh. Asalkan dilakukan dengan bijak dan tidak memaksakan keadaan, wisuda bisa tetap menjadi momen indah yang layak dinikmati siswa dan keluarganya.
Artikel Terkait
Solo Kejar Target 45 Dapur Gizi, Program Makan Gratis Dipercepat
Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata 5 Tahun dari Hamas, Perang Gaza Masih Berlanjut
Layanan Haji 2025 Siap 100 Persen, Kemenag Pastikan Jamaah Dapat Pelayanan Terbaik di Tanah Suci
Danantara Siap Jadi Penyedia Likuiditas di Bursa, Pasar Modal RI Bakal Makin Bergairah
China Janji Berikan Dukungan Lebih Besar untuk Eksportir Terdampak Tarif AS
Waspada Visa Non-Haji, Kemenag Imbau Jamaah Hanya Gunakan Visa Resmi untuk Beribadah
Ketidakpastian Perdagangan dan Lonjakan Utang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global
Balita di Kosambi Tewas Terbakar, Autopsi Ungkap Ada Tanda Kekerasan di Leher dan Anus
Gempur Narkoba! Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus 12 Pengedar dalam Sebulan
Ketidakpastian Perundingan AS-China Berpotensi Tekan Rupiah dan Aset Berisiko