Ariston mengingatkan bahwa kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini perlu menjadi perhatian serius bagi para investor. Pasalnya, fluktuasi nilai tukar dan ketegangan perdagangan global berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik, khususnya dalam hal nilai tukar dan inflasi.
"Investor harus tetap berhati-hati dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi, terutama di tengah ketegangan antara AS dan China yang belum ada kejelasan penyelesaiannya," tutup Ariston.
Artikel Terkait
Mengintip Kisah Sukses UMKM Bali Nature yang Go Internasional Usai Terima Pemberdayaan BRI
Solo Kejar Target 45 Dapur Gizi, Program Makan Gratis Dipercepat
Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata 5 Tahun dari Hamas, Perang Gaza Masih Berlanjut
Layanan Haji 2025 Siap 100 Persen, Kemenag Pastikan Jamaah Dapat Pelayanan Terbaik di Tanah Suci
Danantara Siap Jadi Penyedia Likuiditas di Bursa, Pasar Modal RI Bakal Makin Bergairah
China Janji Berikan Dukungan Lebih Besar untuk Eksportir Terdampak Tarif AS
Waspada Visa Non-Haji, Kemenag Imbau Jamaah Hanya Gunakan Visa Resmi untuk Beribadah
Ketidakpastian Perdagangan dan Lonjakan Utang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global
Balita di Kosambi Tewas Terbakar, Autopsi Ungkap Ada Tanda Kekerasan di Leher dan Anus
Gempur Narkoba! Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ringkus 12 Pengedar dalam Sebulan