Ditengah Tuntutan Purnawirawan TNI, Gibran Justru Bicara Soal Hilirisasi: Kaya SDA Saja Nggak Cukup, Harus Dikelola!

Photo Author
- Sabtu, 26 April 2025 | 14:44 WIB
Wakil Presiden Indonesia - Gibran Rakabuming Raka (Photo : Instagram)
Wakil Presiden Indonesia - Gibran Rakabuming Raka (Photo : Instagram)

INSIBERNEWS - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menarik perhatian publik lewat video pendek yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, Jumat (25/4/2025).

Dalam video tersebut, Gibran berbicara blak-blakan soal pentingnya hilirisasi di tengah sorotan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang belakangan gencar menyuarakan tuntutan mereka. Lewat gaya santainya, Gibran menegaskan bahwa sekadar memiliki kekayaan alam melimpah tidak otomatis membuat Indonesia maju.

Baca Juga: BRI Liga 1 2025 Pekan 30: Ini Prediksi Persib Bandung vs PSS Sleman Malam Nanti Pukul 19.00 WIB

Dalam video berdurasi singkat itu, Gibran menyampaikan rasa syukur atas anugerah besar yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut, Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia, cadangan timah terbesar kedua, dan menjadi salah satu produsen rumput laut terbesar secara global.

Namun, menurutnya, fakta tersebut belum cukup membanggakan jika Indonesia hanya menjual bahan mentah tanpa mengolahnya.

"Yang lebih berat justru bagaimana kita mengelola kekayaan itu supaya menghasilkan manfaat yang maksimal untuk masyarakat," kata Gibran.

Baca Juga: Dikebumikan dengan Sederhana, Paus Fransiskus Dimakamkan Hari ini

Lebih lanjut, Gibran menyoroti soal ironinya ekspor bauksit. Ia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia sempat menjadi eksportir bauksit terbesar ketiga di dunia, nilai tambah yang diperoleh sangat kecil.

Padahal, bila bauksit diolah menjadi produk seperti panel surya, nilainya bisa melonjak hingga 194 kali lipat.

"Sayang banget kan, kalau cuma jual bahan mentah. Padahal potensi ekonominya luar biasa besar," ucapnya dengan nada prihatin.

Baca Juga: Tragis! Gegara Pondasi Tandon Air Roboh, 4 Santri Tewas Tertimpa di Magelang

Tidak hanya fokus pada sektor pertambangan, Gibran menegaskan bahwa hilirisasi harus menyentuh berbagai sektor lain, mulai dari pertanian, kelautan, perkebunan, sampai digital.

Ia memberi contoh sederhana: harga daun teh basah di tingkat petani jauh lebih murah dibandingkan teh kering yang sudah diolah dan dikemas menjadi produk minuman siap konsumsi.

"Intinya, hilirisasi itu soal mengolah supaya barang mentah kita punya nilai tambah yang jauh lebih tinggi," tuturnya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X