Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dokter AYP Masih Mandek, Polisi Belum Terima Rekaman CCTV dari RS Persada

Photo Author
- Sabtu, 26 April 2025 | 13:02 WIB
Ilustrasi Dokter (Foto : Anadolu Ajansi)
Ilustrasi Dokter (Foto : Anadolu Ajansi)

INSIBERNEWS - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh dokter berinisial AYP yang bekerja di RS Persada, Malang, hingga kini masih belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pihak kepolisian menyebut proses penyelidikan masih berjalan, namun salah satu kendala utama adalah belum dikabulkannya permintaan rekaman CCTV oleh pihak rumah sakit, yang dianggap krusial untuk menguatkan alat bukti.

Baca Juga: Atasi Dampak Tarif Trump, Pemerintah Siapkan 21 Perjanjian Dagang Demi Jaga Arah Ekspor

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Sholeh mengungkapkan bahwa penyidik telah bersurat secara resmi kepada RS Persada untuk meminta rekaman CCTV tahun 2022 dan 2023. Rekaman tersebut diyakini merekam momen-momen yang relevan dengan laporan dua orang terduga korban.

Sayangnya, hingga kini pihak rumah sakit belum memberikan jawaban atau penjelasan kapan data tersebut akan diserahkan.

"Kami sudah bersurat, tapi belum ada jawaban soal waktunya. Belum tahu juga alasan mereka menunda," ujar Sholeh saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/4/2025).

Baca Juga: Kenapa Jokowi yang Diutus Presiden Prabowo ke Pemakaman Paus Fransiskus? Ternyata Ini Alasannya!

Sholeh menegaskan bahwa rekaman CCTV sangat penting untuk memastikan keberadaan dan aktivitas dokter AYP di waktu dan tempat yang dilaporkan korban. Meski AYP sudah diberhentikan dari rumah sakit, penyidikan tetap fokus pada lokasi kejadian perkara sebagai bagian dari pembuktian.

“Yang sedang kami telusuri adalah tempat kejadiannya, karena locus delicti-nya ada di sana. Ini penting untuk melengkapi alat bukti,” jelasnya.

Baca Juga: Dua Pria Ngamuk dan Ancam Ledakkan Mapolres Pacitan, Densus 88 Turun Tangan Tangkap Pelaku

Kasus ini pertama kali mencuat ke publik ketika seorang perempuan berinisial QAR (31) menyuarakan pengalamannya di media sosial Instagram @qorryauliarachmah. Ia mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dokter saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Pengakuan QAR kemudian mendorong korban lain untuk melapor, memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius yang dilakukan oleh AYP.

Baca Juga: PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza

Meski mendapat sorotan luas dari masyarakat, proses hukum kasus ini masih berjalan lambat. Pihak kepolisian berharap kerja sama dari pihak rumah sakit bisa segera dilakukan agar penyelidikan dapat segera menuntaskan perkara yang menyangkut martabat dan keselamatan pasien di lingkungan medis.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X