Peti ketiga, sebagai lapisan terluar, dibuat dari kayu ek.
Kayu ini dikenal karena kekuatannya dan menjadi simbol kehormatan tertinggi bagi seorang pemimpin Gereja.
Di bagian luar peti ini biasanya terukir salib emas dan lambang kepausan Paus yang telah wafat.
Baca Juga: Mau Beli Laptop Spek Gaming? Simak Dulu 4 Hal Penting Ini Biar Nggak Salah Pilih!
Akhir Sebuah Era dan Awal Baru
Pemakaman dengan tiga peti mati menandai akhir dari satu babak sejarah penting dalam Gereja Katolik.
Saat ribuan umat berkumpul dalam Misa Requiem di Lapangan Santo Petrus, dunia menyaksikan sebuah perpisahan penuh doa dan penghormatan terhadap seorang pemimpin yang meninggalkan warisan tak ternilai.
Pemakaman Paus Fransiskus tak hanya menjadi prosesi duka, tetapi juga momen refleksi spiritual bagi umat Katolik, serta simbol transisi menuju era kepemimpinan baru yang akan segera ditentukan melalui konklaf di bulan berikutnya.
Artikel Terkait
Warga Temukan Jasad Pria dalam Karung di Daan Mogot, Polisi Temukan Luka Parah di Kepala dan Wajah
Kejagung Ungkap Uang Miliaran Rupiah di Bawah Kasur, Hakim Ali Muhtarom Terjerat Kasus Suap CPO
Dana Rp10 Triliun Resmi Mengalir, Proyek IKN Siap Ngebut Lagi!
Prabowo Subianto Terbangkan Drone Tebar Benih Padi di Palembang
Terkait Tudingan Baim Wong yang Sebut Paula Berselingkuh, Niko Akui Ngobrol Bertiga dengan Istrinya
Prabowo Subianto Ungkap Hidup Petani Harus Makmur, Punya Rumah dan Mobil Bagus