Mengapa Paus Fransiskus Dimakamkan di Tiga Peti? Berikut Makna dan Bagaimana Proses Sakral Pemakamannya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 23 April 2025 | 18:43 WIB
Paus Fransiskus akan Dimakamkan di Tiga Peti.  (x.com/JustKoko)
Paus Fransiskus akan Dimakamkan di Tiga Peti. (x.com/JustKoko)

Selama masa sede vacante, tanggung jawab kepemimpinan Gereja dialihkan kepada Kolegium Kardinal.

Mereka mengatur kegiatan administratif Gereja hingga Paus baru dipilih, namun tanpa kewenangan mengubah kebijakan penting.

Tubuh Paus yang telah wafat dibersihkan dengan penuh kehormatan, lalu dikenakan jubah merah dan putih.

Baca Juga: Dana Rp10 Triliun Resmi Mengalir, Proyek IKN Siap Ngebut Lagi!

Warna tersebut bukan sekadar liturgi, tetapi juga menggambarkan martir dan kesucian.

Setelahnya, jenazah ditempatkan di Santa Marta, kediaman pribadi Paus.
Dari sana, akan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus, tempat umat dari seluruh penjuru dunia dapat memberikan penghormatan terakhir.

Pemakaman Paus Fransiskus sendiri dijadwalkan pada Sabtu, 26 April 2025 pukul 10.00 waktu setempat.

Dalam surat wasiatnya, beliau memilih dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Basilika Santo Petrus seperti para pendahulunya.

Salah satu aspek paling unik dari prosesi pemakaman Paus adalah penggunaan tiga peti mati yang bertingkat.

Baca Juga: Terkait Tudingan Baim Wong yang Sebut Paula Berselingkuh, Niko Akui Ngobrol Bertiga dengan Istrinya

Proses ini tidak hanya simbolik, tetapi juga menyampaikan pesan spiritual yang mendalam.

Peti pertama terbuat dari kayu cemara. Ini adalah lambang kerendahan hati, mengingatkan bahwa meskipun seorang Paus memiliki kedudukan tinggi, ia tetap manusia yang kembali ke tanah.

Di dalamnya, wajah Paus akan ditutupi kain sutra putih, bersama sebuah tabung timah berisi biografi dan koin masa kepausannya.

Baca Juga: NTB Siap Presentasi di Kemenpora, Pastikan Status Tuan Rumah PON 2028

Peti kedua dibuat dari seng atau timah. Berfungsi sebagai pelindung kedap udara, simbol bahwa warisan rohani Paus akan tetap abadi dan tidak tergoyahkan oleh waktu.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X