China Stop Beli Pesawat Boeing, Bikin Tegang Hubungan Dagang dengan AS Makin Panas

Photo Author
- Rabu, 16 April 2025 | 16:50 WIB
Pesawat Boeing  (Photo : Reuters)
Pesawat Boeing (Photo : Reuters)

INSIBERNEWS - Pemerintah China mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh rencana pembelian pesawat Boeing oleh maskapai-maskapai nasionalnya.

Tak hanya itu, mereka juga membekukan pengadaan suku cadang serta perlengkapan lain yang berkaitan dengan pesawat buatan Amerika Serikat. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan dagang antara Beijing dan Washington makin memanas.

Baca Juga: Spanyol Pilih Dekat dengan China, Tak Gentar Meski Ditekan Tarif Dagang AS

Langkah drastis ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg pada Selasa (15/4/2025), yang mengutip sejumlah sumber internal yang memahami dinamika kebijakan tersebut.

Menurut laporan tersebut, keputusan ini tidak hanya mencakup pembatalan pesanan baru, tapi juga menyangkut pengurangan keterlibatan perusahaan-perusahaan Amerika dalam rantai pasok industri penerbangan di China.

Baca Juga: Buyback Saham Rp3 triliun, BRI Optimis Terhadap Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang

Tak berhenti sampai di situ, pemerintah China saat ini juga tengah menyusun rencana untuk memberikan dukungan kepada maskapai dalam negeri yang telah lebih dulu menyewa pesawat Boeing.

Pasalnya, biaya operasional yang melonjak menjadi beban baru bagi maskapai akibat memburuknya hubungan dagang antara kedua negara.

Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah subsidi atau kompensasi terhadap kenaikan biaya sewa dan perawatan pesawat.

Baca Juga: Indonesia dan Qatar Sepakat Bentuk Dana Investasi Jumbo Rp64 Triliun

Sikap keras China ini muncul di tengah memanasnya perang tarif antara kedua raksasa ekonomi dunia. Saat ini, barang-barang dari China dikenakan tarif masuk hingga 145% oleh AS, sementara produk dari Amerika yang masuk ke pasar China dikenakan bea sebesar 125%.

Dalam situasi ini, sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak. Padahal, sekitar 10 unit Boeing 737 Max masih dijadwalkan akan memperkuat armada beberapa maskapai besar di China seperti China Southern Airlines, Air China, dan Xiamen Airlines.

Baca Juga: Tembus Ratusan Miliar? Yuk Cek Harta Kekayaan Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari

Langkah ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Boeing, yang selama ini mengandalkan pasar China sebagai salah satu pelanggan utamanya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X