Gunung Kanlaon di Filipina Meletus Hebat, Kolom Abu Capai 4.000 Meter dan Warga Diminta Waspada

Photo Author
- Rabu, 9 April 2025 | 13:42 WIB
Gunung Kanlaon di Filipina Meletus (ilustrasi)  (Foto : Istimewa)
Gunung Kanlaon di Filipina Meletus (ilustrasi) (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Gunung Kanlaon yang terletak di wilayah tengah Filipina kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Pada Selasa pagi (8/4), gunung tersebut meletus dan menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 4.000 meter ke langit.

Letusan terjadi sekitar pukul 05.51 waktu setempat dan langsung memicu peningkatan status peringatan aktivitas gunung berapi oleh otoritas setempat. Warga di sekitar kawasan gunung pun diimbau untuk tetap siaga dan mematuhi semua arahan keselamatan.

Baca Juga: Menyoroti Soal Kebijakan Tarif Trump, Luhut Sebut Indonesia Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) melaporkan bahwa letusan eksplosif berasal dari kawah puncak Gunung Kanlaon.

Dalam unggahan resminya, mereka menggambarkan kolom abu berbentuk seperti jamur raksasa yang bergerak ke arah barat daya, mendorong otoritas penerbangan untuk segera menutup jalur udara di sekitar gunung sebagai langkah antisipasi.

Sejumlah maskapai penerbangan pun diminta mengalihkan rute agar tidak melintasi area yang terdampak abu vulkanik.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Perlintasan Gresik, Asisten Masinis Tewas Usai KA Commuter Tabrak Truk

Tak hanya jalur udara yang terkena dampak, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Kanlaon juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

PHIVOLCS menyarankan agar warga dalam radius 6 kilometer dari puncak segera melakukan evakuasi atau setidaknya mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman yang lebih besar.

Letusan mendadak, aliran lava, hujan abu, hingga potensi banjir lahar menjadi beberapa risiko yang diperingatkan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Praperadilan Staf Hasto Kristiyanto Dicabut, Hakim PN Jaksel Setujui Permohonan Tim Hukum

Gunung Kanlaon memang dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina, dan setiap kali menunjukkan gejala peningkatan aktivitas, otoritas setempat selalu menaruh perhatian lebih.

Selain ancaman langsung dari letusan, warga juga harus siap menghadapi bahaya sekunder seperti batuan pijar, aliran piroklastik yang mematikan, hingga kemungkinan material vulkanik terseret hujan deras dan menyebabkan lahar dingin.

Baca Juga: Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha UMKM Aksesoris Fashion Mutiara Asal Lombok Ini Berhasil Tembus Pasar Internasional

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X