Minta Rakyat Tak Perlu Khawatir, Menkeu Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tidak Jebol

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 9 April 2025 | 07:15 WIB
Acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4). (Istimewa )
Acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4). (Istimewa )

INSIBERNEWS, Jakarta — Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia tahun ini dipastikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tidak akan jebol dan 

Dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4), Sri Mulyani mengimbau rakyat termasuk pelaku pasar untuk tidak khawatir.

"Jangan khawatir, tidak jebol APBN-nya," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Sebanyak 2,37 Persen ASN DKI Absen di Hari Pertama Kerja

"Program Bapak Presiden ada di dalam ruang APBN yang sudah ada. Pembangunan desa, termasuk koperasi desa ada di APBN, lalu Danantara yang di-establish termasuk penggunaan dividennya itu sudah kita perhitungkan," lanjutnya.

Diungkapkan oleh Menkeu bahwa target defisit APBN 2025 akan tetap dijaga di kisaran 2,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau sesuai Rp 616,2 triliun.

Menurutnya defisit itu akan terus terjaga dengan realisasi belanja negara sesuai target Rp 3.621,3 triliun dan pendapatan negara Rp 3.005,1 triliun.

Baca Juga: Respon Rumor yang Beredar, Jasa Marga Bantah Kabar Pelantikan Influencer Permadi Arya Alias Abu Janda Jadi Komisaris JMTO

Selain itu, Sri Mulyani juga mengomentari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerapkan tarif baru kepada puluhan negara, termasuk Indonesia, yang menurutnya tidak memiliki dasar ekonomi.

“Tarif resiprokal yang disampaikan oleh AS terhadap 60 negara menggambarkan cara perhitungan tarif tersebut, yang saya rasa semua ekonom yang sudah belajar ekonomi tidak bisa memahami,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menilai kebijakan tarif ini lebih didasarkan pada kepentingan Trump agar perdagangan AS tidak defisit dengan negara-negara lain, dan karenanya tidak memiliki landasan ekonomi.

Baca Juga: Bikin Heboh! BoA Live Instagram Sambil Mabuk dan Sindir Park Na Rae, Ia Langsung Minta Maaf

“Itu artinya saya tidak ingin tergantung atau beli kepada orang lain lebih banyak dari apa yang saya bisa jual kepada orang lain. It is purely transactional, tidak ada landasan ilmu ekonominya,” tuturnya.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X