Faktor terakhir yang turut mempengaruhi adalah cuaca yang tidak bersahabat, dengan hujan deras yang sering kali terjadi menjelang Lebaran.
Kondisi cuaca yang buruk ini membuat masyarakat ragu untuk melakukan perjalanan jauh dan memilih untuk tetap berada di tempat tinggal mereka.
Baca Juga: AHY Himbau Masyarakat yang Mudik Jangan Berlama-lama Di Rest Area!
Penurunan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 mencerminkan betapa besar pengaruh kondisi ekonomi terhadap kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri.
Masyarakat lebih memilih untuk menghemat pengeluaran dan merayakan Lebaran dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan keluarga.***
Artikel Terkait
Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Jakarta-Semarang: Ribuan Kendaraan Padati Jalur Tol dan Pantura, Kemacetan Tak Terhindarkan
TransJakarta Perpanjang Waktu Operasional untuk Dukung Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025
Harga Daging Sapi di Payakumbuh Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Menjelang Lebaran
Rekayasa Lalin Sukses! Kapolri: Waktu Tempuh Jakarta-Jawa Tengah Cuma 5 Jam 12 Menit Arus Mudik Lebaran 2025
Jelang Lebaran, Perputaran Uang Malah Anjlok hingga Rp20 Triliun, Kenapa?