INSIBERNEWS - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar dan Thailand pada Jumat (28/3/2025) masih menyisakan duka mendalam.
Episentrum gempa dilaporkan berada sekitar 17,2 km dari Kota Mandalay dengan kedalaman hanya 10 km, membuat guncangannya terasa begitu kuat dan merusak banyak bangunan. Hingga saat ini, lebih dari 144 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Bumi Dahsyat Di Myanmar Bertambah jadi 144 Orang, 730 Luka-luka
Junta militer Myanmar, dalam langkah yang jarang terjadi, telah meminta bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional. Keadaan darurat pun diberlakukan di enam wilayah yang terdampak paling parah, termasuk Mandalay dan Naypyidaw.
Pemimpin junta Min Aung Hlaing bahkan turun langsung ke rumah sakit di Naypyidaw, tempat ratusan korban luka dirawat.
Jalanan di sekitar Museum Nasional retak dan rusak, sementara lalu lintas menuju salah satu rumah sakit terbesar di kota itu macet total karena banyaknya korban yang membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Ciptakan Masa Depan yang Lebih Baik, Prabowo Resmi Sahkan Aturan Perlindungan Anak di Medsos
Kondisi di rumah sakit Naypyidaw pun memprihatinkan. Rumah sakit dengan kapasitas 1.000 tempat tidur itu kini dipenuhi korban hingga ke luar gedung.
Banyak pasien harus dirawat di trotoar dengan infus tergantung di sisi tempat tidur darurat mereka. Para tenaga medis kewalahan menangani lonjakan pasien, sementara persediaan obat dan alat medis semakin menipis.
Di Thailand, dampak gempa juga tak kalah mengkhawatirkan. Tim penyelamat menemukan dua korban tewas di Bangkok, sementara puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan gedung yang ambruk di kawasan Chatuchak.
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra segera mengumumkan status darurat di ibu kota untuk mempercepat upaya penyelamatan dan bantuan bagi para korban.
Baca Juga: Krisis Ganda Myanmar: Perang & Gempa 7,7 SR Hancurkan Mandalay, Warga Mengungsi Massal
Dari India, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa serta kesiapan negaranya untuk membantu Myanmar dan Thailand dalam menghadapi bencana ini.
Artikel Terkait
Harga Daging Sapi di Payakumbuh Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Menjelang Lebaran
Krisis Ganda Myanmar: Perang & Gempa 7,7 SR Hancurkan Mandalay, Warga Mengungsi Massal
Pemerintah Prabowo Gibran Luncurkan Kebijakan TUNAS: Platform Digital Wajib Lindungi Anak dari Konten Negatif
Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Stabil di Kisaran Rp32.000-Rp40.000 per Kg Menjelang Idul Fitri
Rekayasa Lalin Sukses! Kapolri: Waktu Tempuh Jakarta-Jawa Tengah Cuma 5 Jam 12 Menit Arus Mudik Lebaran 2025
Menteri PPPA Apresiasi Fasilitas Mudik PT KAI yang Sediakan Buku Cerita Anak & Ruang Laktasi di Stasiun Pasar Senen-Gambirempuan dan Anak
Ciptakan Masa Depan yang Lebih Baik, Prabowo Resmi Sahkan Aturan Perlindungan Anak di Medsos
10 Manfaat Mengejutkan dari Minum Air Hangat Setiap Pagi
Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia Siap Kejutkan Lawan di FIBA Asia Cup 2025
Korban Tewas Gempa Bumi Dahsyat Di Myanmar Bertambah jadi 144 Orang, 730 Luka-luka