INSIBERNEWS - Serangkaian gempa bumi kuat mengguncang Myanmar bagian tengah pada Jumat (28/3), menyebabkan kehancuran besar hingga ke negara tetangga Thailand.
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi di barat Mandalay memicu kepanikan dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.
Myanmar Umumkan Keadaan Darurat
Gempa besar ini diikuti oleh guncangan berkekuatan 6,4 skala Richter hanya 11 menit kemudian, serta beberapa gempa susulan lainnya. Junta militer Myanmar segera mengumumkan keadaan darurat di beberapa wilayah, termasuk Naypyidaw dan Mandalay.
Banyak korban luka dilaporkan memenuhi rumah sakit utama di ibu kota Naypyidaw, yang juga mengalami kerusakan akibat gempa.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata seorang relawan yang membantu di rumah sakit. Ia menyebut banyak korban tewas dan terluka, tetapi belum ada jumlah pasti.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan gedung-gedung ambruk, jalan-jalan hancur, dan jembatan runtuh. Di Bandara Mandalay, para pelancong panik berjongkok di trotoar sementara penerbangan dihentikan.
Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo Guncang Myanmar, 26 Orang Tewas, Bangkok Tetapkan Status Darurat
Dampak Parah hingga Thailand
Getaran gempa terasa hingga Bangkok, Thailand, menyebabkan kepanikan massal. Sebuah gedung pencakar langit 30 lantai di Thailand runtuh, dan tim penyelamat masih berusaha menemukan korban di antara reruntuhan.
Di Bangkok, layanan telepon sempat terputus, dan banyak warga berlarian ke luar gedung perkantoran serta pusat perbelanjaan. Di lokasi konstruksi besar, 70 dari 320 pekerja belum diketahui keberadaannya, sementara 20 orang lainnya terjebak di dalam terowongan lift.
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra segera memerintahkan kesiapan tanggap darurat, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kesiapannya membantu Myanmar dan Thailand dalam situasi ini.
Baca Juga: Gempa 2,6 Magnitudo Guncang Bogor, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan di Sekitar Gunung Salak
Situasi Masih Genting, Bantuan Internasional Dibutuhkan
Dengan jutaan orang terdampak, bantuan internasional kini sangat dibutuhkan. Lembaga kemanusiaan Save the Children menyerukan respons cepat untuk membantu para korban, terutama di Myanmar yang telah lama dilanda konflik.
Sementara itu, sebagian besar warga di Bangkok masih bertahan di luar ruangan, takut kembali ke gedung mereka yang mengalami kerusakan. Banyak hotel dan perkantoran masih ditutup untuk pemeriksaan keamanan lebih lanjut.
Hingga saat ini, jumlah pasti korban tewas masih belum diketahui, dan tim penyelamat terus berusaha mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Artikel Terkait
Puan Maharani Soroti Penurunan Jumlah Pemudik Lebaran 2025, Desak Pemerintah Beri Stimulus Ekonomi untuk Rakyat
Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Sembako Jelang Lebaran 2025, Minta Pemerintah Gerak Cepat Stabilkan Pasar
PNM Berangkatkan Pemudik dalam Program Mudik Bersama BUMN 2025, Berikan Kenyamanan dan Keamanan Perjalanan
Serahkan Zakat Melalui Baznas, Prabowo: Zakat adalah Manifestasi Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti Beri Ceramah Tarawih di Masjid Al-Falah
Mengatasi Kemacetan: Korlantas Polri Terapkan One Way Lokal untuk Mudik Lebaran 2025
KemenHAM Usul Penghapusan SKCK, Beban Eks Napi Sulit Dapat Kerja! Mabes Polri Buka Suara
Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Jakarta-Semarang: Ribuan Kendaraan Padati Jalur Tol dan Pantura, Kemacetan Tak Terhindarkan
TransJakarta Perpanjang Waktu Operasional untuk Dukung Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025
Harga Daging Sapi di Payakumbuh Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Menjelang Lebaran