Krisis Ganda Myanmar: Perang & Gempa 7,7 SR Hancurkan Mandalay, Warga Mengungsi Massal

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Maret 2025 | 21:37 WIB
Gempa Besar 7,7 SR Robohkan Gedung Bangkok (foto: Istimewa)
Gempa Besar 7,7 SR Robohkan Gedung Bangkok (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Serangkaian gempa bumi kuat mengguncang Myanmar bagian tengah pada Jumat (28/3), menyebabkan kehancuran besar hingga ke negara tetangga Thailand.

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi di barat Mandalay memicu kepanikan dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Myanmar Umumkan Keadaan Darurat

Gempa besar ini diikuti oleh guncangan berkekuatan 6,4 skala Richter hanya 11 menit kemudian, serta beberapa gempa susulan lainnya. Junta militer Myanmar segera mengumumkan keadaan darurat di beberapa wilayah, termasuk Naypyidaw dan Mandalay.

Banyak korban luka dilaporkan memenuhi rumah sakit utama di ibu kota Naypyidaw, yang juga mengalami kerusakan akibat gempa.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata seorang relawan yang membantu di rumah sakit. Ia menyebut banyak korban tewas dan terluka, tetapi belum ada jumlah pasti.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan gedung-gedung ambruk, jalan-jalan hancur, dan jembatan runtuh. Di Bandara Mandalay, para pelancong panik berjongkok di trotoar sementara penerbangan dihentikan.

 Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo Guncang Myanmar, 26 Orang Tewas, Bangkok Tetapkan Status Darurat

Dampak Parah hingga Thailand

Getaran gempa terasa hingga Bangkok, Thailand, menyebabkan kepanikan massal. Sebuah gedung pencakar langit 30 lantai di Thailand runtuh, dan tim penyelamat masih berusaha menemukan korban di antara reruntuhan.

Di Bangkok, layanan telepon sempat terputus, dan banyak warga berlarian ke luar gedung perkantoran serta pusat perbelanjaan. Di lokasi konstruksi besar, 70 dari 320 pekerja belum diketahui keberadaannya, sementara 20 orang lainnya terjebak di dalam terowongan lift.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra segera memerintahkan kesiapan tanggap darurat, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kesiapannya membantu Myanmar dan Thailand dalam situasi ini.

 Baca Juga: Gempa 2,6 Magnitudo Guncang Bogor, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan di Sekitar Gunung Salak

Situasi Masih Genting, Bantuan Internasional Dibutuhkan

Dengan jutaan orang terdampak, bantuan internasional kini sangat dibutuhkan. Lembaga kemanusiaan Save the Children menyerukan respons cepat untuk membantu para korban, terutama di Myanmar yang telah lama dilanda konflik.

Sementara itu, sebagian besar warga di Bangkok masih bertahan di luar ruangan, takut kembali ke gedung mereka yang mengalami kerusakan. Banyak hotel dan perkantoran masih ditutup untuk pemeriksaan keamanan lebih lanjut.

Hingga saat ini, jumlah pasti korban tewas masih belum diketahui, dan tim penyelamat terus berusaha mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X