Komentar Kontroversial Dubes Israel: Usulkan Hukuman Mati bagi Anak Palestina?

Photo Author
- Selasa, 25 Maret 2025 | 17:46 WIB
Israel Kembali Menyerang Gaza (Foto : Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)
Israel Kembali Menyerang Gaza (Foto : Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)

INSIBERNEWS - Sebuah rekaman video yang diam-diam direkam dalam sebuah pertemuan tertutup mengungkap pernyataan kontroversial Duta Besar Israel untuk Austria, David Roet.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Innsbruck pada Kamis (21/3/2025), Roet diduga mengusulkan penerapan hukuman mati bagi anak-anak Palestina yang terlibat dalam konflik bersenjata.

Baca Juga: Terbukti Membunuh Bos Rental Mobil, Dua Prajurit TNI Divonis Penjara Seumur Hidup

Dalam video yang dikutip oleh Middle East Eye, Roet terdengar mengatakan bahwa "harus ada hukuman mati" bagi remaja yang kedapatan "memegang senjata" atau "granat."

Namun, ia tidak memberikan bukti konkret yang menunjukkan bahwa anak-anak di Jalur Gaza benar-benar membawa senjata.

Pernyataannya ini menuai kecaman luas, terutama mengingat besarnya jumlah korban anak-anak dalam konflik yang masih berlangsung.

Baca Juga: Jakarta Kekurangan Personel Damkar, Pramono Anung Ungkap Kriteria Perekrutan, Apa Saja?

Selain itu, Roet juga tampak mengesampingkan kekhawatiran mengenai jumlah korban sipil di Jalur Gaza.

"Jika Anda percaya tidak ada warga yang tidak terlibat di Jalur Gaza, maka itu berarti Anda percaya Israel sengaja menargetkan bayi, dan itu tidak benar," ucapnya.

Komentar ini semakin memicu perdebatan, mengingat laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan menunjukkan bahwa mayoritas korban tewas dalam serangan Israel adalah warga sipil, termasuk anak-anak.

Baca Juga: Wamenag Soal Ormas Minta THR ke Pengusaha: Itu Budaya Lebaran, Nggak Perlu Dipersoalkan

Menurut laporan UNICEF, sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023, lebih dari 14.500 anak-anak Palestina telah tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel.

Jumlah ini belum termasuk korban yang jatuh setelah gencatan senjata yang dilanggar. Secara keseluruhan, lebih dari 50.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa, sementara 113.000 lainnya mengalami luka-luka. Setidaknya 10.000 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun di bawah reruntuhan.

Baca Juga: PPMI Ungkap Terjadi Pelecehan Seksual oleh Aparat Gabungan pada Jurnalis di Demo Tolak UU TNI

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X