INSIBERNEWS - Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, resmi menjadi anggota Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin (24/3/2025).
Baca Juga: Deretan Tokoh Dunia Resmi Bergabung dalam Dewan Penasehat BPI Danantara, Siapa Saja?
Kehadiran Dalio di jajaran penasihat Danantara menambah deretan nama besar lainnya, seperti ekonom Amerika Serikat Jeffrey Sachs, manajer portofolio F. Chapman Taylor, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, serta tokoh bisnis Indonesia Helman Sitohang.
Baca Juga: KPK Panggil Mantan Pj Bupati OKU, Dalami Kasus Suap DPRD dan Dinas PUPR
Ray Dalio dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam dunia keuangan global, dengan pengalaman lebih dari lima dekade di industri investasi. Lahir di New York pada 8 Agustus 1949, Dalio mulai mengenal dunia investasi sejak usia 12 tahun dengan membeli saham Northeast Airlines.
Perjalanan kariernya membawanya ke Harvard Business School sebelum akhirnya mendirikan Bridgewater Associates pada 1975. Di bawah kepemimpinannya, Bridgewater berkembang menjadi hedge fund terbesar di dunia, dengan strategi investasi berbasis risk parity dan pendekatan "radikal transparan" dalam pengelolaan perusahaan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tempur Lawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sepanjang kariernya, Dalio kerap menjadi perhatian dunia karena keberhasilannya memprediksi peristiwa besar, termasuk krisis keuangan 2008.
Strateginya membuat Bridgewater tetap meraih keuntungan di tengah kejatuhan pasar, menjadikannya salah satu investor paling dihormati di dunia.
Filosofi dan prinsip investasinya bahkan dituangkan dalam buku "Principles: Life & Work," yang menjadi bestseller dan dijadikan referensi oleh banyak profesional keuangan.
Baca Juga: Mudik via Laut Mulai Ramai, Ratusan Penumpang Padati Pelabuhan Tanjung Priok
Keputusan untuk memasukkan Dalio ke dalam Dewan Penasihat Danantara dilakukan melalui proses seleksi ketat yang melibatkan headhunter nasional dan internasional.
Menurut Rosan Roeslani, pemilihan anggota dewan dilakukan tidak hanya berdasarkan keahlian di bidang investasi, tetapi juga kesamaan visi dalam pengabdian kepada negara.
Artikel Terkait
Sidang Praperadilan Staf Hasto Kristiyanto Ditunda, PN Jaksel Panggil KPK untuk Hadir
Kebakaran Hutan Meluas di Jepang Barat, Ribuan Warga Dievakuasi
Indonesia vs Bahrain: Laga Krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Prabowo Optimistis Garuda Bangkit
Kabar Baik! Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol 20 Persen untuk Arus Mudik-Balik, Catat Jadwal dan Rutenya
Serangan Udara Israel Hantam Rumah Sakit di Gaza, Pemimpin Hamas Tewas
Mudik via Laut Mulai Ramai, Ratusan Penumpang Padati Pelabuhan Tanjung Priok
DPR Siap Sosialisasikan Perubahan UU TNI, Puan: Jangan Ada Kesalahpahaman
Timnas Indonesia Siap Tempur Lawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026
KPK Panggil Mantan Pj Bupati OKU, Dalami Kasus Suap DPRD dan Dinas PUPR
Deretan Tokoh Dunia Resmi Bergabung dalam Dewan Penasehat BPI Danantara, Siapa Saja?